Perluas Jangkauan, BFI Finance Kembangkan Fintech Pembiayaan

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
17 April 2018 17:27
Perluas Jangkauan, BFI Finance Kembangkan Fintech Pembiayaan
Jakarta, CNBC Indonesia - PT BFI Finance Tbk (BFIN) merencanakan pembuatan platform digital melalui anak usaha barunya yaitu PT Finansial Integrasi Technology (FIT) untuk mengembangkan bisnis pembiayaannya secara digital.

Layanan digital berbasis platform tersebut nantinya akan memudahkan perusahaan dalam proses pemberian kredit kepada nasabah barunya. Saat ini BFIN sudah memiliki sekitar 505.000 nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Terkait anak usaha fintech tersebut nanti kami kan mulai mengembangkan di bidang teknologi informasi agar bisa tetap tumbuh secara sehat. Kalau kepemilikannya itu sekitar 99,9% atau sepenuhnya dimiliki oleh BFI Finance," ujar Sudjono Finance Director BFIN di hotel Dharmawangsa, Selasa (17/4/2018).


Dirinya menambahkan, anak usaha tersebut bukan berbasis Peer to Peer (P2P) lending karena seluruh kegiatan pembiayaan dilakukan oleh BFIN. Selain itu, perusahaan menganggarkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk pengembangan platform tersebut.

Namun, saat ini BFIN masih menunggu izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan pembentukan anak usaha baru dengan bisnis digitalnya tersebut.

"Bentuknya rencananya bukan P2P lending, dan saat ini masalahnya izin dari OJK belum dikeluarkan. Hal tersebut dikarenakan tarik ulur antara direktorat OJK terkait pembiayaan dan juga direktorat Financial Technology (Fintech) sehingga perizinan masih belum keluar," tambah Sudjono.

Sementara itu, BFIN  juga telah mendapatkan izin usaha syariah (UUS) dari OJK untuk pengembangan bisnis usaha perusahaan kedepannya. Saat ini, ujicoba bisnis tersebut sudah dilakukan di empat cabang milik BFIN. 

Kedepannya, bisnis syariah perseroan akan dikembangkan dan direncanakan akan tersu berkembang dari saat ini yang menawarkan pembiayaan di wisata halal dan pembiayaan umroh.

Pengembangan usaha ke digital dan syariah perusahaan diperkirakan akan meningkatkan jumlah koinsumen pembiayaan baru BFIN sebesar 20% pada akhir tahun 2018.

"Tentunya dengan pengembangan digital dan syariah BFIN pertumbuhan nasabah kami juga tumbuh jadi 20% hingga kahir tahun ya", ujar Sudjono. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading