Selesaikan Bangun Hotel, PP Properti Emisi Obligasi Rp 2 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 April 2018 15:43
Selesaikan Bangun Hotel, PP Properti Emisi Obligasi Rp 2 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT PP Properti  Tbk (PPRO) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun di akhir semester I tahun ini. Penerbitan ini akan dilakukan dengan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) I.

Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto mengatakan dana obligasi ini akan digunakan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja di tahun ini dan pembayaran sejumlah lahan yang sudah dimiliki perusahaan di tahun lalu.

"Kalau penerbitannya dengan skema PUB, kan itu bisa sampai 2 tahun. Tahun ini kita mau terbitkan Rp 1 triliun dulu," kata Indaryanto di Plaza PP, Jakarta, Selasa (17/4).


Selain obligasi, perusahaan juga akan melakukan fund rising melalui penerbitan surat utang jangka menengah (medium term note/MTN) senilai Rp 600 miliar. MTN ini menurut rencana akan dilaksanakan semester II.

Indaryanto menyebutkan, pemilihan obligasi dan MTN sebagai instrumen utangnya mengingat kredit perbankan tidak memungkinkan untuk digunakan untuk pembayaran lahan.

Kedua instrumen surat utang yang akan diterbitkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) yang mencapai sebesar Rp 1,8 triliun di tahun ini. Indaryanto mengatakan kebutuhan capex ini akan digunakan perusahaan untuk menyelesaikan penyelesaian dua hotel dan dua mall di tahun ini.

"Tahun ini kita tidak ada penambahan lahan baru, cuma kita kan selesaikan pembayarannya di tahun ini," kata dia.

Hingga akhir tahun lalu total landbank yang dimiliki perusahaan sudah mencapai 200 hektar. Perusahaan akan berfokus untuk mengembangkan lahan tersebut.

PP Properti juga berencana melakukan refinancing atas sejumlah utang yang akan jatuh tempo di tahun ini mencapai Rp 250 miliar, yang terdiri dari utang obligasi dan utang bank. Pelunasan utang tersebut akan menggunakan dana hasil obligasi.

Lebih lanjut, Indaryanto mengatakan bahwa saat ini rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) perusahaan masih di level aman yakni sebesar 0,8 kali. Dengan demikian potensi perusahaan untuk meningkatkan utangnya masih terbuka lebar. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading