Utang Luar Negeri RI Naik 9,5% jadi US$ 356,2 M

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
16 April 2018 20:44
Utang Luar Negeri RI Naik 9,5% jadi US$ 356,2 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Utang luar negeri swasta dan pemerintah Indonesia pada Februari 2018 naik 9,5% menjadi US$ 356,2 miliar. Komposisi utang tersebut terdiri utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 181,4 miliar dan utang swasta sebesar US$ 174,8 miliar.

Dalam siaran pers yang disampaikan Bank Indonesia (BI), kenaikan utang tersebut melambat dibanding Januari yang tumbuh 10,4% (yoy).

"Pengelolaan ULN pemerintah sejalan dengan kebijakan fiskal untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kegiatan produktif dan investasi," sebut siaran pers BI.

Hingga akhir Februari 2018, utang luar negeri pemerintah tercatat sebesar US$ 177,9 miliar terdiri dari Surat Berharga Negara atau SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara), yang dimiliki investor asing sebesar US$ 121,5 miliar, dan pinjaman kreditur asing sebesar US$ 56,3 miliar.




Jumlah utang pemerintah pada Februari 2018 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, disebabkan penurunan kepemilikan asing pada SBN domestik sebesar US$ 3,0 miliar. Sementara itu, biaya utang luar negeri pemerintah semakin rendah seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia, yang didukung oleh membaiknya fundamental perekonomian dan peringkat utang Indonesia.

"Pemanfaatan utang oleh pemerintah diprioritaskan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan merupakan investasi dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi, termasuk memperkuat kemampuan membayar utang luar negeri tersebut," sebut rilis tersebut.


Secara sektoral, pertumbuhan utang luar negeri sektor keuangan tercatat naik 5,1%, tetapi kenaikan tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,7%. Sementara itu, pertumbuhan utang luar negeri sektor industri pengolahan, sektor LGA, dan sektor pertambangan meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pangsa utang luar negeri sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 72,2%, relatif sama dengan pangsa pada periode sebelumnya.


Perkembangan utang luar negeri total pada Februari 2018 menurut BI tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Februari 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34%.

Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Berdasarkan jangka waktu, struktur utang luar negeri Indonesia pada akhir Februari 2018 tetap didominasi utang luar negeri berjangka panjang yang memiliki pangsa 85,5% dari total utang luar negeri.

BI dan pemerintah terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran utang luar negeri dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading