Pasar Komoditas Volatil, Harga Emas Berpotensi Naik 0,6%

Market - Raditya Hanung Prakoswa, CNBC Indonesia
13 April 2018 14:43
Pasar Komoditas Volatil, Harga Emas Berpotensi Naik 0,6%
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas COMEX kontrak pengiriman Juni 2018 bergerak stagnan cenderung melandai atau koreksi tipis 0,16% ke US$1.339,70/troy ounce, hingga pukul 14.18 WIB hari ini. Meski demikian, harga emas bersiap ditutup menguat sekitar 0,6% dalam sepekan ini, apabila mampu mempertahankan performanya saat ini.

Pasar Komoditas Volatil, Harga Emas Naik 0,6% SepekanFoto: CNBC Indonesia/Raditya Hanung


Pergerakan harga emas tersebut akan menjadi penguatan secara mingguan untuk kedua kalinya berturut-turut, setelah pada akhir pekan lalu harga emas ditutup naik 0,69%. Akan tetapi, beberapa sentimen negatif masih menghantui harga sang logam mulia. Sebagai catatan, harga emas ditutup melemah lebih dari 1% pada perdagangan kemarin.


Pertama, risalah catatan rapat The Fed menyatakan semua peserta memperkirakan ekonomi akan menguat, dan inflasi akan naik dalam beberapa bulan ke depan. Sentimen itu secara umum sepertinya mendukung perkiraan bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan menaikkan suku bunganya. 

Rangkuman hasil rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut lantas dipandang investor sebagai kebijakan The Fed yang akan cenderung hawkish, dan akhirnya memaksa harga emas melemah.

Kedua, indeks dolar AS yang cenderung bergerak menguat, ditambah pemulihan Wallstreet secara signifikan kemarin. Indeks dolar AS, yang mengukur posisi greenback terhadap 6 mata uang utama dunia, ditutup menguat 0,2% kemarin. Hari ini indeks dolar AS juga masih bergerak menguat tipis sebesar 0,07%, hingga pukul 14.08 WIB.

Selain itu, kemarin indeks Dow Jones juga ditutup menguat signifikan sebesar 1,21%. Ketika pasar modal mencatat kenaikan, harga emas juga biasanya bergerak melemah, karena investor akan bergerak meninggalkan aset-aset safe haven.

Ketiga, mendinginnya tensi di timur tengah juga menjadi energi negatif bagi harga emas. Kemarin sore, Presiden AS Donald Trump menyampaikan klarifikasinya terhadap kemungkinan serangan misil ke Suriah. Melalui akun twitter pribadinya, mantan taipan properti di AS itu menegaskan bahwa jadwal pengiriman rudal ke Suriah masih belum dapat dipastikan. Bahkan dia membuka kemungkinan untuk tidak melakukan operasi bersenjata.

"Tidak pernah mengatakan kapan serangan ke Suriah akan dilakukan. Bisa saja dalam waktu dekat atau tidak! Apapun itu, Amerika Serikat, di bawah pemerintahan saya, telah melakukan pekerjaan hebat dalam membersihkan wilayah ISIS. Dimana ucapan "Terima kasih Amerika"? " ciut Trump kemarin di akun Twitter-nya.

Sebagai tambahan, Trump mengadakan pertemuan dengan tim pertahanan dan keamanan kemarin. Menurut Gedung Putih, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan mengenai Suriah.

"Belum ada keputusan final. Kami akan melakukan penilaian dan berdiskusi dengan para sekutu," sebut pernyataan resmi Gedung Putih.  Perkembangan tersebut, di mana opsi militer belum benar-benar jelas, lantas membantu pelaku pasar untuk menarik nafas. Risk appetite investor pun pulih, dan mulai melirik aset-aset berisiko.

Namun, di tengah rentetan sentimen negatif tersebut, peluang emas untuk menutup pekan ini dengan manis sebenarnya masih terbuka lebar. Pasalnya, volatilitas pasar saat ini masih sangat tinggi, di mana ketidakpastian akan perkembangan tensi geopolitik dan perkembangan perang dagang masih menghantui investor.

"Kita masih berekspektasi volatilitas tetap tinggi, harga emas tetap akan kuat selama opsi militer AS tetap di "meja","ucap Stephen Innes, Head of Trading di Asia-Pacific for Oanda



(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading