Sinyal Positif Kinerja Emiten Energi dan Tambang

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
12 April 2018 09:50
Sinyal Positif Kinerja Emiten Energi dan Tambang
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada kuartal I 2018, emiten energi dan pertambangan membukukan catatan poisitif di tengah lesunya pasar domestik dan regional akibat kekhawatiran perang dagang secara global.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan signifikan volume produksi dan penjualan komoditas utamanya pada kuartal I-2018 dibanding dengan kuartal I 2017. Volume produksi feronikel naik 107% menjadi 6.088 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan volume penjualan feronikal pada kuartal I tumbuh 109% dari sebelumnya 2.562 Tni pada kuartal I 2017 menjadi 5.363 TNi pada kuartal I tahun ini.

Selain itu volume penjualan emas tumbuh 226% pada kuartal I-2018 menjadi 6.945 kg, volume produksi bijih nikel naik 301% dan volume penjualannya naik 2.171%, serta volume produksi bauksit naik 116% dan volume penjualan bauksit naik 37% dibandingkan kuartal I tahun lalu.


Sebelumnya, Mirae Asset Sekuritas Indonesia Research juga merekomendasikan buy saham ANTM yang ditargetkan naik menjadi Rp 1.225/saham di akhir tahun.

Selanjutnya PT Barito Pacific Tbk (BRTP) memberikan sinyal positif pertumbuhan kinerja perusahaannya di masa mendatang dengan menyelesaikan proses akuisisi Star Energy Group Holding Pte Ltd atau senilai US$ 755 Juta (Rp 10,38 triliun). Manajemen memperkirakan pendapatan yang diterima dari Star Energy setara dengan pendapatan yang diterima dari anak usahanya yaitu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Berdasarkan laporan keuangan Chandra Asri, pendapatan perseroan pada 2017 tercatat US$ 2,41 miliar atau Rp 33,13 triliun.

Selain itu, BRPT juga sedang menuntaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan membuat perusahaan joint venture dengan PT Indonesia Power. Ditargetkan PLTU tersebut akan memproduksi sekitar 2x1000 megawatt (MW).

Saham BRTP juga menjadi salah satu yang direkomendasikan buy berdasarkan riset dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia Research dengan target Rp 2.500/saham di akhir 2018.

Selanjutnya, pada kuartal I 2018 PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan pertumbuhan penjualan batu baru sebesar 116% menjadi 6,3 juta ton dibandingkan kuartal tahun lalu.

Selain itu, produksi perusahaan meningkat hingga 17% year on year menjadi 5,3 juta ton, peningkatan pengangkutan batu bara juga meningkat sebesar 10% menjadi 5,4 juta ton di kuartal I tahun ini.

PTBA menargetkan penjualan batu bara menjadi sebesar 25,88 juta ton dengan proporsi 53% atau 13,74 juta ton untuk pasar domestik dan 47% atau 12,15 juta ton untuk pasar ekspor. Kenaikan target penjualan ini diikuti dengan kenaikan target produksi batubara. Perusahaan menargetkan produksi batubara sebesar 25,54 juta ton atau naik 17% dari tahun sebelumnya sebesar 21,92 juta ton. (roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading