Rupiah Tak Kuasa Bendung Dolar Australia, Ini Penyebabnya

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 March 2018 15:56
Rupiah Tak Kuasa Bendung Dolar Australia, Ini Penyebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah bergerak melemah terhadap mata uang negara tetangga. Termasuk terhadap dolar Australia. 

Saat ini, mata uang Negeri Kanguru diperdagangkan di Rp 10.741,27/US$. Dalam setahun terakhir, rupiah melemah 6,49% terhadap dolar Australia. 

Reuters
Secara fundamental, memang sulit bagi rupiah untuk menguat terhadap dolar Australia. Dari sisi perdagangan, Indonesia kerap kali mengalami defisit dengan Australia. 


Pada 2017, ekspor non migas Indonesia ke Australia tercatat US$ 1,94 miliar sementara impornya US$ 5,04 miliar. Sehingga terjadi defisit US$ 3,1 miliar. 

BPS
Impor terbesar dari Australia adalah gandum dan produk gandum, minyak mentah, hewan hidup selain ikan, batu bara, gula, pemanis, dan madu, serta lainnya. Nilai impor komoditas ini pada 2017 mencapai US$ 6,01 miliar.
BPS
Sementara di sisi investasi, foreign direct investment (FDI) Australia ke Indonesia pada 2017 tercatat US$ 513,9 juta di 730 proyek. Naik dibandingkan tahun sebelumnya yaitu US$ 174,7 juta di 813 proyek. 

Sedangkan investasi Indonesia yang masuk ke Australia jauh lebih banyak. Pada 2014, nilai FDI Indonesia ke Australia adalah US$ 167,74 juta. Lalu pada 2015 nilainya naik menjadi US$ 753,67 juta dan 2016 ke US$ 1,6 miliar. 

Nilai investasi Indonesia ke Australia lebih tinggi dibandingkan sebaliknya, sehingga permintaan terhadap dolar Australia lebih banyak dibandingkan rupiah. Ini juga berkontribusi terhadap pelemahan rupiah terhadap dolar Australia. 

Di sektor pendidikan, jumlah pelajar Indonesia yang ke Australia juga cukup banyak. Pada 2012, jumlah pelajar Tanah Air di Australia adalah 8.211. Kemudian pada 2013 turun menjadi 8.060, 2014 naik lagi ke 8.862, dan 2015 naik menjadi 9.178. Pertumbuhan rata-rata per tahunnya adalah 3,6%. 

Di sisi lain, biaya hidup di Negeri Kanguru relatif mahal. Mengutip topuniversities.com biaya hidup di Australia mencapai sekitar US$ 15.820 (Rp 217,52 juta) per tahun. Itu belum termasuk biaya pendidikan yang rata-rata US$ 23.400 (Rp 321,75 juta) untuk strata 1, US$ 16.000-29.600 (Rp 220- 407 juta) untuk strata 2, dan US$ 11.200-37.000 (Rp 154- 508,75 juta) untuk strata 3. 

Dari sisi perdagangan, investasi, sampai pendidikan begitu banyak devisa yang terbang ke Australia. Situasi ini membuat rupiah terus melemah terhadap dolar Australia karena tingginya permintaan terhadap mata uang tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(aji/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading