Bursa Saham Eropa Merosot

Market - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
01 March 2018 19:55
Gejolak di pasar saham global masih terjadi, karena kekhawatiran akan penguatan ekonomi AS dan kebijakan pemangkasan pajak di AS.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa masih bergerak negatif pada perdagangan hari ini. Mengikuti pergerakan bursa saham Asia yang juga mayoritas negatif, karena ketakutan akan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS).

Gejolak di pasar saham global masih terjadi, karena kekhawatiran akan penguatan ekonomi AS dan kebijakan pemangkasan pajak di AS oleh Presiden Donald Trump. Kondisi ini diperkirakan banyak pelaku pasar akan membuat Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya.

Kekhawatiran ini makin menjadi setelah bos baru The Fed, Jerome Powell, berbicara untuk pertama kalinya. Pelaku pasar menyimpulkan sinyal kenaikan suku bunga acuan akan dilakukan oleh The Fed.


"Situasi bunga tinggi tidak menguntungkan bagi banyak perusahaan. Kerena tingginya suku bunga mengakibatkan ongkos pinjaman menjadi mahal. Kondisi ini berarti laba akan tergerus. Ketakutan akan kenaikan suku bunga yang menggerus laba inilah yang memicu aksi jual saham," kata Analis dari City Index, Fiona Cincotta, seperti dilansir dari AFP, Kamis (1/3/2018).

Tak hanya pasar saham, di Inggris nilai tukar poundsterling juga terhantam dolar AS, karena ketakutan akan Brexit.

Seperti diketahui, di pasar saham Asia pada hari ini, bursa saham Tokyo ditutup jatuh 1,6%, bursa saham Sydney dan Singapura masing-masing turun 0,7%. Sementara bursa saham Hong Kong berhasil naik 0,7% dan Shanghai naik 0,4%.

Berikut data sementara bursa saham di Eropa:
  • Indeks FTSE 100 turun 0,5% ke 7.194,78
  • Indeks DAX 30 turun 01,4% ke 12.261,49
  • Indeks CAC 40 turun 1% ke 5.266,79
  • Indeks EURO STOXX 50 turun 1% ke 3.404,81

(wed/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading