OJK Beberkan Kondisi Jasa Keuangan Terkini

Market - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
01 March 2018 18:54
OJK Beberkan Kondisi Jasa Keuangan Terkini
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang stabilitas sektor jasa keuangan terjaga. Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK menunjukkan likuiditas di pasar keuangan Indonesia dalam kondisi kuat sejalan dengan perkembangan ekonomi global dan nasional.

OJK melihat indikator makroekonomi bergerak solid. Inflasi Januari 2018 terpantau turun, kinerja eksternal naik sejalan dengan tren global, serta akumulasi cadangan devisa terpantau meningkat. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Q4-2017 masih meningkat secara moderat dan perbaikan indikator sektor riil masih terbatas.

"Di pasar keuangan domestik, meskipun terdapat net sell nonresiden sebesar Rp 9,14 triliun di bulan Februari 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatan," demikian dikutip dari siaran pers OJK, Kamis (1/3/2018).


Pada Februari IHSG secara ytm menguat tipis 0,2%. Sementara, yield SBN tenor jangka pendek, menengah dan panjang masing-masing naik sebesar 4 bps, 28 bps, dan 18 bps. Hal ini didorong oleh net sell nonresiden di pasar SBN sebesar Rp 13 triliun pada Februari 2018.

Sesuai dengan siklus awal tahun, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan pada Januari 2018 masih berada pada level yang moderat. Kredit perbankan Januari 2018 tumbuh sebesar 7,40% yoy dan piutang pembiayaan tumbuh sebesar 6,92% yoy.


Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan tumbuh sebesar 8,36% yoy. Sementara, premi asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi masing-masing tumbuh sebesar 44,78% yoy dan 22,93% yoy.

Sementara itu, hingga 27 Februari 2018 penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp 22 triliun dengan jumlah emiten baru yang tercatat satu perusahaan.

"Di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut, risiko Lembaga Jasa Keuangan (risiko kredit, pasar, dan likuiditas) Januari 2018 berada pada level yang manageable," terang OJK.

Sementara, Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan tercatat sebesar 2,86% dan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat 2,95%.

Selain itu, perbaikan ekonomi global semakin solid dan merata. Hal ini ditunjukkan kinerja perekonomian Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang dan Tiongkok yang meningkat. Perkembangan perekonomian AS yang positif ditunjukkan oleh peningkatan inflasi, upah yang meningkat dan terjaga rendahnya tingkat pengangguran.

Reformasi pajak Trump yang akan meningkatkan defisit fiskal dapat mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi sekaligus tekanan inflasi. Hal ini telah mendorong naiknya ekpektasi pasar atas laju kenaikan Fed Fund Rate yang lebih cepat.

"Ke depan, OJK akan terus memantau dinamika perekonomian global dan dampaknya terhadap likuiditas pasar keuangan dan kinerja sektor jasa keuangan nasional, khususnya laju kenaikan Fed Fund Rate dan tren kenaikan suku bunga di pasar keuangan global," tutup OJK.

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading