Dolar AS Menguat, Saham Emiten CPO Naik Hingga 20,95%

Market - Roy Franedya, CNBC Indonesia
01 March 2018 15:42
Penguatan dolar ini akan membuat emiten kelapa sawit mendapatkan keuntungan kurs nilai tukar. Maklum mereka banyak mengekspor hasil produksi ke luar negeri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah meningkatkan ekspektasi investor pada saham-saham sektor perkebunan terutama sahamĀ emiten kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Penguatan dolar ini akan membuat emiten kelapa sawit mendapatkan keuntungan kurs nilai tukar. Maklum mereka banyak mengekspor hasil produksi ke luar negeri.

Tiga saham sektor kelapa sawit yang mengalami peningkatan adalah PT Salim Invomas Pratama Tbk (SIMP), PT Gozco Plantation Tbk (GZCO), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT).


Saham SIMP yang naiknya paling tinggi. Saham SIMP sudah naik 20,95% dari harga penutupan perdagangan kemarin. Saat ini saham SIMP diperdagangkan Rp 635/saham. Volume transaksi SIMP 149,74 juta saham.


Kenaikan tertinggi selanjutnya pada saham GZCO dan LSIP. Saham GZCO sudah naik 10% jadi Rp 77/saham dengan volume transaksi 228,2 juta saham. LSIP naik naik 7,91% jadi Rp 1.500/saham. Saham LSIP telah diperdagangkan sebanyak 82,97 juta saham.

Adapun saham BWPT naik 3,45% jadi Rp 240/saham. Volume transaksinya mencapai 229,75 juta saham.
Artikel Selanjutnya

Pasca libur Lebaran, IHSG Rontok 4,42% ke Bawah 7.000


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading