Saham Asia Mulai Rebound

Market - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
07 February 2018 07:28
Wall Street mulai membaik, berdampak pada kenaikan di indeks saham Asia
  • Saham Amerika ditutup menguat pada hari Selasa, setelah merosot dalam selama dua sesi berturut berturut
  • Penguatan didorong laporan kinerja perusahaan terkemuka Jepang termasuk Soft Bank, Meiji, dan SubaruĀ 

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar saham Asia bersiap untuk menuai keuntungan di Rabu (07/02/2018) ini setelah saham Amerika Serikat (AS) menutup sesi terakhirnya dengan kenaikan indeks yang cukup tinggi.

Dilansir dari CNBC.cm, saham AS ditutup menguat pada Selasa, setelah merosot cukup tajam dalam dua sesi terakhir. Sampai saat ini, belum ada alasan jelas di balik kerugian besar yang terjadi di
pasar saham AS sejak Senin lalu, namun kekhawatiran akibat kenaikan suku bunga, kebijakan perdagangan, dan volatilitas dana berjamin dituding sebagai penyebabnya.




Dow Jones ditutup menguat 567,02 poin atau 2,33% pada level 24.912,77 setelah jatuhn sebanyak 567,01 poin pada sesi sebelumnya. Indeks lain juga mencatat kenaikan; S&P 500 naik 1,74% dan berakhir di level 2.695,14, juga Nasdaq naik 2,13% dan ditutup di 7.115,88.

Anjloknya pasar sagam global ini juga berdampak di indeks saham Asia dan Eropa di sesi terakhir. Pada hari Selasa, pan-European Stoxx 600 turun 2,28% dan FTSE 100 ditutup melemah 2,42%. Nikkei 225 Jepang anjlok 4,73% dan indeks Hang Seng Hong Kong turun 5,1% pada sesi sebelumnya.

Kembali ke Asia, pasar menunjukkan adanya lompatan positif untuk saham Jepang setelah turun di dua sesi terakhir. Bursa berjangka Nikkei yang diperdagangkan di Chicago naik 2,91% pada 22.240 dibanding penutupan sebelumnya. Begitu juga dengan Osaka yang naik hingga 2,5%.

Sementara di Sydney, S&P/ASX 200 melonjak 1,06% di awal pembukaan.

Penguatan asia juga disokong oleh laporan kinerja positif dari perusaahan terkemuka Jepang seperti Grup Softbank, Meiji Holdings, dan Subaru. Sementara Australia tengah menanti laporan kinerja tahunan perusahaan tambangnya, Rio Tinto, yang akan diumumkan setelah penutupan bursa.


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading