Boikot Berlanjut, Mbappe Disebut Sudah Move On dari Kontroversi

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Selasa, 03/11/2026 13:50 WIB
Foto: Penyerang Prancis Kylian Mbappe (REUTERS/Carlos Barria)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menyebut bahwa Kylian Mbappe dan klub sudah mengambil langkah tepat untuk meredakan kontroversi yang membuat sang bintang diboikot di China. Ia menyebut permintaan maaf yang disampaikan keduanya merupakan bentuk tanggung jawab atas pernyataan Mbappe mengenai mantan pemimpin China, Mao Zedong.

Melansir Reuters, kontroversi tersebut bermula dari sebuah video wawancara dalam podcast The Bridge yang kemudian beredar di media sosial. Dalam video itu, Mbappe membahas sebuah meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan di sosok yang disebutnya sebagai seorang diktator China.

Pernyataan pemain asal Prancis tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat China. Pasalnya, Mao Zedong merupakan tokoh penting dalam sejarah negara tersebut dan masih menjadi sosok yang sensitif untuk dijadikan bahan lelucon.


Merespons polemik tersebut, Mbappe, Real Madrid, dan LaLiga menyampaikan permintaan maaf. Presiden LaLiga, Javier Tebas, bahkan membentuk tim khusus untuk menangani dampak kontroversi tersebut serta menggelar pertemuan dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, pada Rabu.

Mourinho menegaskan bahwa pihak klub telah melakukan hal yang semestinya. Ia juga mengapresiasi sikap Mbappe yang dinilai bertanggung jawab dalam menghadapi situasi tersebut.

"Ini adalah risiko dunia saat ini. Terkadang, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tidak berbicara, karena ada risiko dalam begitu banyak hal yang kita katakan atau komentari," ujar Mourinho kepada wartawan menjelang pertandingan melawan Racing Santander, Sabtu.

Namun, ia menilai Mbappe telah menunjukkan sikap dewasa dengan segera merespons kontroversi tersebut.

"Saya juga melihat dia bertindak sangat bertanggung jawab, bersama sebuah klub yang dalam hal ini memiliki kelas yang luar biasa. Bagi kami, persoalan ini sudah selesai. Tidak ada lagi yang perlu dikatakan," lanjutnya.

Mourinho juga menegaskan bahwa dirinya merasa terwakili dengan baik oleh respons yang ditunjukkan klub dan pemainnya.

"Real Madrid dan Kylian Mbappe sama-sama memiliki kelas untuk segera bereaksi. Sebagai pelatih, saya merasa sangat terwakili oleh keduanya," katanya.

Dampak Kontroversi Meluas ke Hubungan Komersial

Meski permintaan maaf telah disampaikan, dampak pernyataan Mbappe tidak hanya berhenti pada kritik di media sosial. Kontroversi tersebut turut memengaruhi hubungan komersial sang pemain di pasar China.

Sejumlah perusahaan China, termasuk produsen produk susu Mengniu dan Shanghai Milkground Food Tech serta perusahaan minuman Eastroc Beverage, dilaporkan menghentikan kerja sama dengan Mbappe.

Selain itu, stasiun televisi milik pemerintah China, Migu, tidak menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander pada Minggu.

Media pemerintah China, China Daily, menyebut pernyataan Mbappe telah memicu kekecewaan di kalangan penggemarnya dan mengancam hubungan bisnis yang selama ini menguntungkan sang pemain.

Situasi ini memperlihatkan besarnya pengaruh pasar China bagi industri olahraga global, sekaligus risiko yang dapat dihadapi atlet internasional ketika pernyataan mereka dianggap menyinggung nilai sejarah dan budaya suatu negara.

Di sisi lain, Real Madrid saat ini berada di posisi ketiga klasemen LaLiga, tertinggal empat poin dari Atletico Madrid yang memimpin kompetisi.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kosmetik Lokal Naik Kelas, BPOM Dukung Inovasi Kampus & UMKM