Ahli Ungkap 5 Tanda Anak yang Bakal Sukses di Masa Depan

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 03/11/2026 12:55 WIB
Foto: Ilustrasi (Ist Pexels.com)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kesuksesan anak di masa depan bisa jadi merupakan 'hasil' dari pola asuh orang tua sejak kecil. Sejatinya, hal ini sudah dibuktikan melalui banyak penelitian di berbagai negara.

Para ilmuwan menegaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan seorang anak dipengaruhi oleh cara orang tua mendidik dan mengasuh sejak usia dini.

Dalam buku Raising an Entrepreneur, penulis asal Amerika Serikat Margot Machol Bisnow mengungkap temuan menarik setelah mewawancarai 70 orang tua dari anak-anak yang sukses menjadi pengusaha dan pemimpin hebat. Hasilnya, kesuksesan seorang anak ternyata lebih dipengaruhi oleh karakter dan pola asuh di rumah, bukan mahalnya biaya sekolah.

Dihimpun dari CNBC International, berikut adalah 5 karakteristik utama yang menandakan anak bakal tumbuh menjadi sosok sukses di masa depan:


1. Memiliki Sifat Gigih (Resilience)

Anak-anak yang gigih tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi tembok besar tantangan. Mereka akan terus berjuang sampai menemukan solusi atau memetik pelajaran berharga dari kegagalan.

Contoh nyata adalah Jonathan Neman, pendiri jaringan restoran sehat Sweetgreen yang kini memiliki lebih dari 900 cabang. Ia mengaku sering gagal saat merintis berbagai bisnis di masa remaja, tetapi tidak pernah berhenti mencoba. "Kami terus berusaha. Saat gagal, kami mencoba lagi. Saya tidak lebih pintar dari orang lain, tapi saya gigih," ungkap Neman.

2. Rasa Penasaran yang Tinggi (Curiosity)

Anak yang sukses biasanya memiliki dorongan kuat untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Orang tua yang membiarkan anaknya belajar dari pengalaman langsung, bukan sekadar melarang, biasanya tengah membentuk mental seorang inovator.

Sifat ini terbukti pada Tania Yuki, pendiri sekaligus CEO Shareablee. Sejak kecil, sang ayah selalu mendukung rasa penasarannya untuk menyentuh dan mencoba hal-hal baru, yang kelak membentuk karakter mandiri dalam merintis jalan hidupnya sendiri.

3. Minat dan Hasrat yang Kuat (Passion)

Orang tua perlu belajar mempercayai pilihan anak ketika mereka menunjukkan ketertarikan mendalam pada suatu hal. Dukungan konsisten terbukti mampu membangun rasa percaya diri anak.

Robert Stephens, misalnya, gemar membongkar dan memperbaiki berbagai barang sejak kecil. Berkat dukungan penuh orang tuanya, ia sukses mendirikan perusahaan reparasi bernilai jutaan dolar di usia yang masih sangat muda, yakni 24 tahun.

4. Berani Mengambil Langkah Pertama (Initiative)

Sukses tidak akan datang pada mereka yang hanya berdiam diri. Karakter berani memulai adalah kunci utama mengubah ide menjadi kenyataan bisnis yang masif.

Paige Mycoskie, pendiri merek fesyen Aviator Nation, membuktikannya saat nekat menggunakan modal awal dari hadiah ulang tahun untuk membeli mesin jahit dan keluar dari pekerjaannya. Keberanian mengambil risiko ini berbuah manis ketika perusahaannya berhasil meraup penjualan hingga ratusan juta dolar.

5. Tidak Takut Gagal (Fearlessness)

Rasa takut akan kegagalan sering kali membelenggu potensi seseorang. Ibu dari Dhani Jones, pendiri Qey Capital, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan anaknya adalah keberanian mengambil risiko besar tanpa dihantui rasa takut kehilangan pencapaian masa lalu.

"Tetapi jika orang tua mereka menanamkan kepercayaan diri yang cukup pada mereka, mereka dapat menjalani hidup tanpa rasa takut," ujarnya.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kosmetik Lokal Naik Kelas, BPOM Dukung Inovasi Kampus & UMKM