5 Ciri-Ciri Anak Bakal Sukses Saat Dewasa Menurut Pakar, Catat!
Jakarta, CNBC Indonesia - Mengantongi nilai akademis yang sempurna di sekolah kerap disematkan sebagai tiket utama menuju masa depan yang cerah. Kendati demikian, realitas di lapangan membuktikan bahwa kesuksesan seorang anak saat dewasa sering kali tidak ditentukan semata-mata oleh rapor sekolah, melainkan oleh kebiasaan serta karakter yang tertanam sejak usia dini.
Dalam buku bertajuk "Raising an Entrepreneur", penulis asal Amerika Serikat (AS), Margot Machol Bisnow, membedah rahasia di balik kesuksesan anak-anak hebat melalui wawancara mendalam dengan 70 orang tua dari para individu sukses. Hasilnya, ditemukan lima karakteristik utama yang terbukti ampuh mengantar anak-anak tersebut meraih pencapaian gemilang di masa depan.
Berikut lima sifat penanda calon orang sukses versi CNBC International:
1. Memiliki Sifat Gigih (Grit)
Anak-anak yang dibekali keteguhan hati umumnya tidak mudah ciut nyali saat berbenturan dengan tembok tantangan. Mereka akan terus merangsek maju hingga menemukan solusi atau memetik pelajaran berharga dari setiap kegagalan.
Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Jonathan Neman. Jauh sebelum sukses mendirikan Sweetgreen-jaringan restoran salad ramah lingkungan yang kini telah menaungi lebih dari 900 cabang-Neman sempat menelan pil pahit kegagalan berkali-kali dari berbagai bisnis rintisan yang ia bangun saat remaja.
"Kami terus berusaha. Saat gagal, kami mencoba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Saya tidak lebih pintar dari orang lain, tapi saya gigih," kenang Neman kepada Bisnow.
2. Rasa Penasaran yang Meletup-letup
Dorongan eksplorasi yang tinggi menjadi ciri khas lain dari para pencipta jalan hidupnya sendiri. Anak-anak yang hobi mempertanyakan segala hal di sekitarnya menyimpan potensi besar untuk menjadi inovator andal.
Tania Yuki, pendiri sekaligus CEO Shareablee, mengenang bagaimana sang ayah selalu memberi kebebasan penuh baginya untuk menyerap hal-hal baru sejak usia empat tahun. Ia bahkan sempat membuat kehebohan di sebuah toko suvenir mewah karena menyentuh hampir seluruh barang kendati ada papan larangan. Saat petugas toko menegurnya, sang ayah justru pasang badan dengan berkata, "Dia hanya ingin tahu. Jika dia merusak sesuatu, aku akan membayarnya."
Bagi Bisnow, rasa ingin tahu tanpa batas semacam ini adalah DNA kolektif yang dimiliki oleh para changemaker.
3. Minat dan Hasrat yang Kuat (Passion)
Kebebasan untuk mengeksplorasi minat secara mendalam memainkan peran krusial dalam membentuk kemandirian anak. Bisnow mengimbau para orang tua agar senantiasa memberikan ruang dan kepercayaan penuh ketika anak-anak mereka hendak menentukan jalannya sendiri.
Dukungan konsisten inilah yang dirasakan Robert Stephens di masa kecilnya. Kegemarannya membongkar dan memperbaiki berbagai benda didukung penuh oleh kedua orang tuanya. Hasilnya, di usia yang masih sangat muda yakni 24 tahun, Stephens sukses menakhodai perusahaan reparasi bernilai fantastis mencapai US$ 3 juta atau setara Rp 45,4 miliar.
4. Keberanian untuk Memulai (Action-Oriented)
Ide cemerlang tanpa keberanian eksekusi hanya akan menjadi angan-angan. Karakter proaktif untuk langsung melangkah menjadi pembeda utama antara seorang pemimpi dan seorang pengusaha sukses.
Kisah ini tercermin dari perjalanan Paige Mycoskie, pendiri merek fesyen ternama Aviator Nation. Di usia 20 tahun, ia mengalokasikan modal hadiah ulang tahun sebesar US$ 100 dari kakek dan neneknya untuk membeli sebuah mesin jahit. Tanpa ragu, Mycoskie nekat meninggalkan pekerjaan lamanya demi terjun total merancang lini pakaian impiannya. Taruhan keberanian tersebut terbayar lunas ketika pada 2021 perusahaannya membukukan angka penjualan fantastis hingga US$ 110 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun.
5. Bermental Baja dan Tidak Takut Gagal
Ketakutan akan kegagalan adalah rem paling ampuh yang menghambat potensi seseorang. Sebaliknya, anak-anak yang tumbuh dengan fondasi mental pemberani terbiasa mengambil risiko tinggi demi mengejar visi besar mereka.
Ibunda dari Dhani Jones, pendiri Qey Capital, mengungkapkan kepada Bisnow bahwa kunci utama anaknya berani bertaruh melawan ketidakpastian adalah rasa percaya diri yang ditanamkan sejak rumah.
"Banyak orang takut melepaskan apa yang telah mereka capai. Tetapi jika orang tua mereka menanamkan kepercayaan diri yang cukup pada mereka, mereka dapat menjalani hidup tanpa rasa takut," ujar sang ibu.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]