8 Tanda Overdosis Kafein yang Tak Banyak Disadari

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 14:15 WIB
Foto: Ilustrasi Kopi (Photo by Chevanon Photography)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kafein kerap menjadi andalan banyak orang untuk meningkatkan energi, menjaga konsentrasi, dan mengusir rasa kantuk. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari kecemasan hingga jantung berdebar.

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi, tetapi juga teh, minuman energi, cokelat, minuman bersoda, serta beberapa jenis obat dan suplemen. Tanpa disadari, asupan dari berbagai sumber tersebut dapat menumpuk dan melebihi batas yang dapat ditoleransi tubuh.

Ada sejumlah tanda yang dapat muncul ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi kafein. Berikut paparannya melansir Health:


1. Sering Merasa Lelah

Meski kafein dikenal dapat meningkatkan kewaspadaan, konsumsi berlebihan justru dapat mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, seseorang mungkin merasa lelah pada siang hari meskipun sudah mengonsumsi kopi.

Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa di otak yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk. Jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur, efek stimulan ini dapat membuat tubuh sulit beristirahat secara optimal.

2. Jantung Berdebar Lebih Cepat

Jantung yang berdebar atau berdetak lebih cepat juga dapat menjadi tanda bahwa tubuh mengonsumsi terlalu banyak kafein. Zat stimulan ini dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf dan memengaruhi detak jantung.

Efeknya bisa lebih terasa pada orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki masalah irama jantung. Jika jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.

3. Tekanan Darah Meningkat

Kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah untuk sementara waktu. Efek ini bisa berbeda pada setiap orang, bergantung pada sensitivitas tubuh, jumlah yang dikonsumsi, dan kebiasaan minum kafein.

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi sebaiknya memperhatikan respons tubuh setelah minum kopi atau minuman berkafein lainnya. Jika tekanan darah kerap meningkat, konsultasikan dengan tenaga medis mengenai batas konsumsi yang sesuai.

4. Asam Lambung dan Gangguan Pencernaan

Konsumsi kafein berlebihan juga dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk rasa tidak nyaman di perut dan heartburn atau sensasi panas terbakar di dada.

Kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung pada sebagian orang. Pada orang yang rentan mengalami refluks asam, konsumsi kopi atau minuman berkafein tertentu berpotensi memperburuk gejala.

Jika keluhan sering muncul setelah mengonsumsi kafein, cobalah mengurangi asupannya dan memperhatikan apakah gejala membaik.

5. Sakit Kepala atau Migrain

Sakit kepala merupakan gejala lain yang dapat berkaitan dengan konsumsi kafein. Pengaruhnya cukup kompleks karena kafein dalam jumlah tertentu dapat membantu meredakan beberapa jenis sakit kepala, tetapi konsumsi berlebihan atau perubahan asupan secara mendadak juga dapat memicu keluhan.

Sebagian orang mengalami sakit kepala ketika mengonsumsi kafein terlalu banyak, sedangkan orang yang terbiasa minum kopi setiap hari dapat mengalami sakit kepala saat mengurangi atau menghentikannya.

6. Kecemasan dan Tubuh Gemetar

Kafein merangsang sistem saraf pusat sehingga seseorang dapat merasa lebih waspada. Namun, jika jumlahnya berlebihan, efek tersebut dapat berubah menjadi kegelisahan, kecemasan, mudah tersinggung, hingga tangan gemetar.

Gejala ini dapat muncul lebih cepat pada orang yang sensitif terhadap kafein, bahkan ketika jumlah yang mulai terasa gelisah setelah minum kopi atau minuman energi, mengurangi asupan dapat membantu meredakan keluhan.

7. Pusing

Terlalu banyak kafein juga dapat menyebabkan pusing pada sebagian orang. Kondisi ini dapat berkaitan dengan efek stimulan kafein, perubahan tekanan darah, serta gangguan tidur yang menyertainya.

Pusing yang terjadi berulang kali, semakin berat, atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya, terutama jika keluhan tidak membaik setelah konsumsi kafein dikurangi.

8. Mengalami Gejala Putus Kafein

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya gejala ketika seseorang mengurangi atau berhenti mengonsumsi kafein setelah terbiasa meminumnya secara rutin.

Gejalanya dapat berupa sakit kepala, rasa lelah, mudah tersinggung, mengantuk, dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini dikenal sebagai gejala putus kafein atau caffeine withdrawal.

Gejala tersebut dapat mulai muncul sekitar 12-24 jam setela konsumsi terakhir dan umumnya mereda dalam beberapa hari, meskipun pada sebagian orang dapat berlangsung hingga sekitar satu minggu.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan, asupan kafein sebaiknya diturunkan secara bertahap, bukan langsung dihentikan jika sebelumnya dikonsumsi dalam jumlah besar.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inter Milan Menang, AC Milan dan Juventus Tumbang