Pingsan Setelah Jantung Berdebar? Segera ke UGD, Bisa Jadi Aritmia

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
30 June 2026 13:13
Mayapada Hospital
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat jantung tiba-tiba terasa berdebar lebih cepat dan tidak teratur dari biasanya, lalu disusul rasa ringan di kepala, pandangan mulai gelap, hingga akhirnya hilang kesadaran. Sekilas kondisi ini sering dianggap hanya kelelahan biasa, padahal jantung berdebar bahkan sering kali sampai pingsan dapat menjadi tanda dari aritmia atau gangguan irama jantung yang harus segera mendapat pemeriksaan oleh ahlinya.

Ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur, aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak, dapat terganggu. Menurut dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), spesialis jantung konsultan aritmia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dalam kasus tertentu dapat menyebabkan komplikasi serius.

"Pada kondisi aritmia, jantung berdetak tidak teratur, terlalu cepat, atau terlalu lambat sehingga aliran darah ke otak dan organ-organ vital lainnya dapat menurun. Akibatnya, seseorang dapat mengalami pusing hingga kehilangan kesadaran secara mendadak. Karena itu, gejala pusing atau pingsan yang terkadang diawali dengan jantung berdebar tidak boleh dianggap sepele dan perlu segera dievaluasi," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (30/6/2026).

Risiko aritmia meningkat pada individu dengan riwayat penyakit jantung, penyakit jantung bawaan, maupun riwayat keluarga dengan kematian mendadak di usia muda. Selain itu, pingsan saat berolahraga tanpa gejala atau tanda peringatan sebelumnya juga perlu diwaspadai karena dapat menjadi salah satu tanda gangguan irama jantung yang berisiko menyebabkan kematian jantung mendadak. Kondisi ini termasuk salah satu jenis aritmia yang paling dikhawatirkan.

"Kondisi ini perlu mendapat perhatian dan segera diperiksakan, terutama jika setelah sadar masih muncul keluhan seperti jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, atau tubuh terasa lemas," tutur dr. Agung.

Keluhan jantung berdebar yang disertai pingsan merupakan kondisi yang memerlukan evaluasi medis segera, terutama bila terjadi mendadak, berulang, atau bahkan disertai nyeri dada maupun sesak napas. Pemeriksaan deteksi dini penting untuk mengetahui penyebabnya dan mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.

Untuk mendukung penanganan kondisi darurat jantung, Cardiac Emergency 24/7 di Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan yang siap menangani kasus dengan cepat dan terintegrasi. Selain itu, tersedia juga Chest Pain Unit untuk pemeriksaan awal nyeri dada maupun keluhan jantung lainnya secara menyeluruh termasuk Aritmia dan GRATIS jika tidak ditemukan gangguan jantung.

Bila diperlukan, penanganan dapat dilanjutkan dengan tindakan Primary PCI (pemasangan stent/ring jantung) sesuai protokol internasional door-to-balloon, didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis jantung.

Penanganan juga didukung oleh Dokter Spesialis Anestesi siaga 24 jam untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah atau perawatan intensif lanjutan, serta Cardiac Advisor yang membantu pasien dan keluarga memperoleh informasi dan mengoordinasikan kebutuhan perawatan dengan lebih nyaman dan terarah.

Fasilitas Cath Lab juga tersedia untuk memastikan diagnosis cepat dan akurat. Layanan darurat jantung dapat diakses melalui 150990 atau fitur emergency call di MyCare. Seluruh layanan terintegrasi dengan Cardiovascular Center Mayapada Hospital untuk mendukung perawatan pasien secara menyeluruh.

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Jatuh Cinta-Lapar, Bisa Jadi Jantung Berdebar Kencang Gegara Ini


Most Popular
Features