Vatikan Buka Garasi Suci, Ada Mobil Berusia Satu Abad
Jakarta, CNBC Indonesia - Vatikan menggelar perayaan khusus untuk popemobile, kendaraan ikonik yang selama hampir satu abad menjadi sarana bagi para paus untuk lebih dekat dengan umat, baik dalam kunjungan di dalam negeri maupun ke berbagai negara.
Museum Vatikan pada Rabu memperkenalkan pratinjau pameran bertajuk "Satu Abad Popemobile" yang menampilkan delapan kendaraan Mercedes-Benz yang pernah digunakan oleh para paus sejak 1930. Pameran tersebut dibuka untuk umum pada Kamis.
Dalam kesempatan terpisah, Paus Leo XIV bertemu dengan jajaran eksekutif Mercedes-Benz dan menyampaikan apresiasi atas kemitraan perusahaan otomotif tersebut dengan Takhta Suci. Ia menilai perkembangan teknologi otomotif berjalan seiring dengan perubahan perjalanan kepausan dari masa ke masa.
"Selama beberapa dekade, popemobile telah berevolusi dari sekadar sarana transportasi menjadi sarana perjumpaan, yang memungkinkan Paus untuk lebih dekat dengan umat selama kunjungan pastoral maupun perayaan publik," ujar Leo XIV melansir CNN International, Kamis (29/10/2026).
Mercedes-Benz Nürburg 460 Jadi Kendaraan Tertua
Salah satu kendaraan yang menjadi sorotan dalam pameran ini adalah Mercedes-Benz Nürburg 460, yang dihadiahkan kepada Paus Pius XI pada 23 Mei 1930. Mobil tersebut menjadi kendaraan kepausan tertua yang dipamerkan di Museum Vatikan.
Kendaraan ini dirancang khusus untuk kebutuhan Paus dengan interior mewah, termasuk kursi berlengan berlapis kain brokat sutra serta sentuhan kayu dan logam berkualitas tinggi.
Sandro Barbagallo, kurator Departemen Koleksi Sejarah Museum Vatikan, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut menunjukkan bagaimana mobil yang awalnya berangkat dari model produksi dapat dikembangkan menjadi kendaraan khusus untuk kebutuhan kepausan.
Menurutnya, desain popemobile tidak hanya mengutamakan kemewahan, tetapi juga memungkinkan Paus terlihat oleh umat sekaligus menyaksikan lingkungan di sekitarnya dengan tingkat keamanan dan kenyamanan yang memadai.
Dari Jendela yang Dapat Dilepas hingga Kubah Transparan
Seiring waktu, desain popemobile terus berkembang mengikuti kebutuhan Paus untuk berinteraksi langsung dengan umat. Perubahan tersebut terlihat dari sejumlah kendaraan yang ditampilkan dalam pameran.
Pada 1960, Paus Yohanes XXIII menerima Mercedes-Benz 300 d Landaulet. Kendaraan ini dilengkapi jendela samping belakang yang dapat dilepas, sehingga Paus bisa menjangkau orang-orang yang ditemuinya selama perjalanan.
Inovasi berikutnya hadir pada 1980, ketika Mercedes-Benz mengembangkan model 230 G untuk kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Jerman. Kendaraan tersebut dilengkapi kubah transparan yang tinggi di bagian belakang.
Kubah itu dirancang untuk memberikan perlindungan sekaligus memungkinkan jutaan umat yang berkumpul melihat Paus dengan lebih jelas.
Perkembangan ini mencerminkan perubahan fungsi popemobile. Kendaraan tersebut tidak lagi sekadar mengantar Paus dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menjadi sarana untuk menyapa umat, menjalin kedekatan, dan dalam beberapa kesempatan memungkinkan Paus memberkati bayi yang dibawa kepadanya.
Popemobile Listrik dan Pesan Kepedulian terhadap Lingkungan
Dalam pertemuannya dengan para eksekutif Mercedes-Benz, Leo XIV juga mengenang kendaraan kepausan bertenaga listrik yang dihadiahkan kepada Paus Fransiskus. Kendaraan tersebut sejalan dengan perhatian Fransiskus terhadap persoalan lingkungan dan ekologi.
Leo XIV pun mendorong Mercedes-Benz untuk terus mengembangkan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan industri, tetapi juga memberikan manfaat bagi manusia dan lingkungan.
"Dalam semangat ini, saya mendorong Anda untuk terus menempatkan inovasi teknologi demi melayani martabat manusia, kepedulian terhadap ciptaan, serta kesejahteraan bersama," ujarnya.
Pameran Satu Abad Popemobile menjadi kesempatan untuk melihat perjalanan panjang kendaraan kepausan, dari mobil mewah pada 1930 hingga kendaraan dengan teknologi modern. Lebih dari sekadar koleksi otomotif, deretan kendaraan tersebut menggambarkan bagaimana inovasi terus mendukung upaya para paus untuk hadir lebih dekat dengan umat di seluruh dunia.
(hsy/hsy)