7 Ciri yang Membedakan Orang Ego Tinggi dan Percaya Diri

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
29 October 2026 11:25
Ilustrasi pekerja
Foto: CoWomen via Unsplash
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang yang terlihat percaya diri belum tentu benar-benar memiliki rasa percaya diri yang sehat. Sebagian orang justru menutupi rasa tidak aman dalam dirinya dengan bersikap dominan, membanggakan pencapaian, atau merasa lebih unggul dibandingkan orang lain.

Psikolog sekaligus profesor di University of Maryland, Marisa G. Franco mengatakan, membedakan orang yang benar-benar percaya diri dengan mereka yang memiliki ego besar tidak selalu mudah. Ia bilang, seseorang bisa terlihat sangat yakin dengan dirinya sendiri, tetapi menunjukkan perilaku yang berbeda ketika berinteraksi dengan orang lain. Semisal mudah marah, bersikap kasar, atau kesulitan membangun hubungan yang sehat.

Melansir CNBC Make It, Franco menjelaskan, rasa percaya diri yang sehat tidak ditentukan oleh kekayaan, penampilan fisik, jabatan, maupun pencapaian seseorang. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan kesuksesan pekerjaan maupun penurunan berat badan tidak selalu meningkatkan harga diri seseorang.

Lantas, bagaimana cara membedakan orang yang memiliki ego besar dengan mereka yang benar-benar percaya diri?

2 Ciri Orang dengan Ego Besar

1. Selalu Ingin Menjadi Pusat Perhatian

Orang yang memiliki ego besar cenderung ingin menjadi pusat perhatian dalam berbagai situasi sosial. Mereka mungkin sering membicarakan pencapaian pribadi, mendominasi percakapan, atau berusaha membuat orang lain terkesan.

Franco menilai, perilaku tersebut terkadang muncul sebagai bentuk kompensasi atas rasa tidak aman yang sebenarnya mereka rasakan. Alih-alih memanfaatkan pertemuan sosial untuk membangun hubungan yang tulus, mereka justru melihatnya sebagai kesempatan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

2. Merasa Lebih Baik daripada Orang Lain

Ciri berikutnya adalah kebiasaan memandang orang lain berdasarkan status sosial, jabatan, atau pencapaian. Orang yang merasa tidak aman dengan dirinya sendiri cenderung membandingkan posisi mereka dengan orang lain.

Mereka mungkin menunjukkan rasa hormat kepada orang yang dianggap lebih tinggi statusnya, tetapi meremehkan mereka yang dinilai berada di bawahnya. Franco menjelaskan kebiasaan menempatkan manusia dalam hierarki seperti ini dapat menjadi tanda adanya rasa tidak aman dalam diri seseorang.

5 Tanda Orang yang Benar-Benar Percaya Diri

Berbeda dengan orang yang memiliki ego besar, individu dengan rasa percaya diri yang sehat tidak perlu terus-menerus membuktikan keunggulannya kepada orang lain. Berikut lima tanda orang yang benar-benar percaya diri menurut Franco.

1. Peduli terhadap Perasaan Orang Lain

Orang yang benar-benar percaya diri tidak hanya menghargai dirinya sendiri, tetapi juga menghargai orang lain. Mereka tidak merasa harus menang dengan mengorbankan kepentingan orang lain.

Sebaliknya, mereka berusaha mencari solusi yang menguntungkan semua pihak. Sebagai contoh, ketika tidak bisa menghadiri ulang tahun teman karena kesibukan, mereka tetap berusaha memahami kekecewaan temannya. Mereka mungkin mengirimkan hadiah atau menyampaikan perhatian sebagai bentuk kepedulian.

2. Mampu Mengendalikan Emosi

Orang dengan rasa percaya diri yang sehat umumnya memiliki kemampuan mengelola emosi dengan lebih baik. Ketika menghadapi masalah atau situasi yang tidak menyenangkan, mereka cenderung tidak langsung melampiaskan kemarahan kepada orang lain atau menarik diri secara berlebihan.

Franco bilang, kestabilan emosi tersebut juga membantu orang-orang di sekitar mereka merasa lebih aman dan nyaman.

3. Berani Menjadi Diri Sendiri

Orang yang benar-benar percaya diri tidak terlalu sibuk memikirkan apakah semua orang menyukainya. Mereka lebih fokus pada bagaimana mengekspresikan diri secara jujur dan sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini.

Mereka memahami tidak semua orang akan menyukai kepribadian, pilihan, atau penampilan mereka, dan hal tersebut bukan masalah besar. Karena tidak merasa harus selalu mengikuti tren, orang-orang ini juga cenderung memiliki gaya dan selera yang khas.

Misalnya, mereka tidak ragu mengenakan aksesori unik atau memilih kendaraan dengan warna mencolok apabila memang sesuai dengan kepribadiannya.

4. Berani Mengakui Kesalahan

Salah satu tanda penting seseorang memiliki rasa percaya diri yang sehat adalah kemampuannya mengakui kesalahan. Mereka memahami melakukan kesalahan tidak berarti dirinya adalah orang yang gagal atau tidak berharga.

Oleh krenanya, mereka lebih mudah menerima kekurangan, bertanggung jawab atas tindakan, dan meminta maaf apabila telah menyakiti orang lain.

Sebaliknya, orang yang merasa tidak aman cenderung lebih defensif ketika dikritik. Mereka mungkin menyalahkan keadaan atau orang lain untuk menghindari perasaan tidak nyaman.

5. Tidak Malu Mengakui Rasa Tidak Aman

Orang yang benar-benar percaya diri bukan berarti tidak pernah merasa takut, cemas, marah, atau minder. Justru mereka mampu mengakui dan menerima emosi tersebut tanpa menghakimi dirinya sendiri.

Mereka memahami merasa kuat tidak membuat seseorang lebih unggul daripada orang lain. Begitu pula ketika merasa lemah, hal itu tidak membuat seseorang menjadi lebih rendah. Bagi mereka, emosi merupakan bagian alami dari pengalaman manusia, bukan sesuatu yang harus selalu disembunyikan.

Franco menekankan mengenali rasa percaya diri yang sehat penting ketika memilih teman, pasangan, rekan kerja, hingga atasan. Berinteraksi dengan orang yang memiliki harga diri sehat dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih aman, saling menghargai, dan pada akhirnya mengembangkan rasa percaya diri dalam dirinya sendiri.

 

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Uang, Ahli Ungkap Kunci Hidup Bahagia yang Sebenarnya


Most Popular
Features