Di Pulau Breueh, Paket Belanja Datang Bersama Ombak

dpu,  CNBC Indonesia
27 October 2026 08:20
Pulo Breueh, Aceh. (CNBC Indonesia/Maesaroh)
Foto: (CNBC Indonesia/Maesaroh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laut tak lagi menjadi penghalang utama warga Pulau Breueh untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Cukup membuka ponsel, memilih barang di Shopee, lalu menunggu paket datang bersama kapal dari Banda Aceh.

Bagi Marmub, pelajar SMA di Pulau Breueh, Shopee menjadi salah satu pilihan untuk membeli suku cadang sepeda motor hingga barang yang berkaitan dengan hobinya. Alasannya sederhana yakni pilihan barang yang tersedia beragam.

"Banyak pilihan dan lebih murah," ujar Marmub, saat berbincang dengan CNBC Indonesia, akhir September lalu.

Kebiasaan belanja online ini mengubah cara warga memenuhi kebutuhan. Sebelumnya, warga di Pulau Breueh garus berbelanja ke Banda Aceh bisa menghabiskan satu hari penuh. Warga harus menyeberang laut, membayar ongkos kapal, lalu melanjutkan perjalanan untuk mencari barang di daratan.

Kini, sebagian proses itu berpindah ke layar ponsel. Barang dipesan secara daring dan akan dibawa dengan kapal.

Perahu-perahu yang membawa barang e-commerce ini berlayar dari Pelabunan Ulee Lheue di Banda Aceh menuju Pulau Breueh yang berjarak 2-2,5 jam dengan perahu.Barang biasanya akan sampai dalam 2-3 hari.

Tak Perlu Ongkos Besar untuk Beli Barang Impian

Bagi Rahmi, ibu dua anak, belanja online membuatnya bisa menghemat ongkos perjalanan hingga tenaga.

Sekali pergi, biaya kapal mencapai Rp60.000, makan sekitar Rp40.000, dan transportasi di Banda Aceh sekitar Rp150.000. Totalnya sekitar Rp250.000, belum termasuk uang untuk membeli barang.

Belanja daring menawarkan jalan berbeda. Warga cukup memesan barang melalui ponsel, kemudian mengambil paket ketika kapal tiba di dermaga.

Penjual atau kurir biasanya menghubungi pembeli melalui telepon, mengirim foto paket, dan memberi tahu kapal yang membawanya. Setelah kapal merapat, pembeli datang ke dermaga untuk mengambil barang.

Tidak heran jika setiap siang sekitar pukul 14.00 WIB ada puluhan warga menunggu paket di sejumlah dermaga di Pulau Breueh, salah satunya di Dermaga Gampong Lampuyang.

Pulo Breueh, Aceh. (CNBC Indonesia/Maesaroh)Pulo Breueh, Aceh. (CNBC Indonesia/Maesaroh) Foto: (CNBC Indonesia/Maesaroh)

Kapal Menjadi Jalur Distribusi

Karung-karung berisi paket yang ikut menyeberangi laut ditempatkan di bagian belakang kapal. Di sinilah ketulusan dan rasa saling percaya warga Pulau Breueh patut mendapat pujian.

Muyasir, 43 tahun, salah satu awak kapal, turut membantu memastikan paket sampai kepada pemiliknya. Jika belum diambil, paket bisa dititipkan hingga hari berikutnya di toko sekitar dermaga. Dalam kondisi tertentu, paket dibawa kembali ke Ulee Lheue dan dititipkan di toko.

Awak kapal tidak mematok biaya untuk mengangkut paket. Meski sesekali menerima uang Rp5.000 dari warga, mereka menyebut bantuan tersebut dilakukan dengan ikhlas.

Dalam sehari, kapal biasanya membawa sekitar tiga karung paket berisi sekitar 100 bungkus. Jumlahnya meningkat menjelang Lebaran hingga lima karung.

Meski begitu, cerita Marmub dan paket-paket yang tiba di dermaga menunjukkan bagaimana perdagangan digital mulai menjangkau wilayah yang dahulu membutuhkan perjalanan panjang untuk berbelanja.

Di Pulau Breueh, Shopee bukan sekadar aplikasi belanja. Ia menjadi pintu menuju pilihan barang yang lebih luas. Sementara itu, kapal tetap menjalankan peran yang tak tergantikan yakni membawa pesanan dari seberang laut hingga tiba di tangan pembeli.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Kebiasaan Finansial Gen-Z Vs Milenial, Siapa yang Lebih Irit?


Most Popular
Features