Nasib Konser Andrea Bocelli Masih Tak Jelas, Begini Sikap MUI Terbaru
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 masih menghadapi ketidakpastian. Meski izin penyelenggaraan konser telah dicabut oleh pihak kepolisian, hingga saat ini belum ada kejelasan soal batal atau tidaknya konser tersebut.
Konser Andrea Bocelli mendapat tentangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai sang penyanyi memiliki hubungan kuat dengan Israel dan karenanya bertentangan dengan sikap Indonesia. Meski begitu, MUI menyatakan bahwa pihaknya membuka ruang dialog untuk mencari penyelesaian konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Pada Kamis (22/10/2026), Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan menggelar dialog dengan tokoh lintas agama untuk membahas polemik tersebut.
"Ini forum tabayun, untuk melakukan tabayun dari berbagai perspektif. Sebelumnya, dengan pihak pariwisata dan ekonomi kreatif, mereka juga sudah hadir ke MUI. Kali ini, kita bertabayun dengan tokoh lintas agama," ujarnya setelah kegiatan Dialog Bersama dan Pernyataan Sikap atas Rencana Konser Andrea Bocelli, dikutip dari laman resmi MUI, Jumat (23/10/2026).
Buya Amirsyah menegaskan dialog terbuka merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan tanpa menimbulkan masalah baru. Menurutnya, penghargaan terhadap keberagaman perlu berjalan seiring dengan upaya memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian nasional. Dengan demikian, kedaulatan budaya dan ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang.
Terkait hasil dialog, Buya Amirsyah meminta semua pihak menunggu hingga proses pembahasan selesai.
MUI, kata dia, akan menghormati apapun keputusan yang pada akhirnya akan diambil oleh pihak terkait.
Awal Mula Penolakan Konser Andrea Bocelli
Polemik konser Andrea Bocelli bermula dari desakan pembatalan konser karena dugaan keterkaitan sang penyanyi dengan kegiatan yang dinilai mendukung Israel.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa pemerintah perlu konsisten dengan sikap Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.
"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto, dikutip dari situs resmi MUI.
Sudarnoto menyoroti laporan mengenai keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya dalam konser di Tel Aviv pada 2022.
Bagi MUI, rekam jejak tersebut menjadi alasan untuk mempertanyakan kelayakan konser sang penyanyi digelar di Indonesia. Sudarnoto juga menyayangkan dugaan dukungan dari kementerian terkait terhadap rencana kedatangan Bocelli.
Ia menilai bahwa potensi keuntungan ekonomi dari penyelenggaraan konser tidak seharusnya mengesampingkan prinsip politik luar negeri Indonesia yang menentang penjajahan dan penindasan terhadap rakyat Palestina.
"Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," kata Sudarnoto.
(hsy/hsy)