4.000 Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi, Begini Kondisinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan rudal dan drone Houthi yang menargetkan bandara-bandara utama dan infrastruktur di Arab Saudi telah menyebabkan gangguan penerbangan yang parah. Kekacauan tersebut mengakibatkan sekitar 4.000 jamaah umrah terlantar, banyak di antara mereka adalah jamaah asal Indonesia dan India.
Sejumlah maskapai penerbangan hingga kini masih memperpanjang pembatalan penerbangan ke sejumlah bandara di Arab Saudi.Â
Emirates membatalkan sejumlah layanan dari Dubai menuju Riyadh, Dammam, dan Jeddah. Penerbangan yang terdampak mencakup EK815, EK819, dan EK817 untuk rute Dubai-Riyadh; EK823, EK827, dan EK821 untuk Dubai-Dammam; serta EK801, EK805, dan EK803 untuk Dubai-Jeddah.
Etihad Airways juga membatalkan penerbangan antara Abu Dhabi dan Dammam, Riyadh, serta Jeddah hingga 24 Oktober. Untuk rute Abu Dhabi-Jeddah, pembatalan mencakup penerbangan EY601 dan EY603, serta penerbangan kembali EY602 dan EY604.
Maskapai Internasional Perpanjang Penangguhan Rute
Sejumlah maskapai internasional juga mengubah jadwal penerbangan menuju Arab Saudi dan destinasi lain di Timur Tengah.
Qatar Airways menangguhkan penerbangan menuju Riyadh dan Dammam hingga 24 Oktober serta mengurangi layanan ke Jeddah dari tujuh menjadi empat penerbangan per hari. Oman Air menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga 22 Oktober, sedangkan SalamAir membatalkan layanan menuju Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober.
Di Eropa, Air France menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga 24 Oktober. Lufthansa Group menangguhkan layanan ke Riyadh hingga 18 November dan ke Dammam hingga 30 November. KLM membatalkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 31 Oktober.
Warga India Tewas dalam Serangan di Bandara Dammam
Di tengah upaya memfasilitasi kepulangan jemaah umrah, Kedutaan Besar India di Riyadh juga mengonfirmasi bahwa seorang warga negara India termasuk di antara dua orang yang tewas dalam serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada Rabu malam, 21 Oktober.
Dalam unggahan di platform X pada Kamis, Kedutaan India menyatakan bahwa dua warga negara India lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Pihak kedutaan mengatakan tengah memastikan informasi lebih lanjut dan menghubungi keluarga para korban. Kedutaan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal serta berharap para korban luka segera pulih.
Berdasarkan keterangan tambahan dari Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi pada Kamis, jumlah korban meninggal dunia dalam serangan tersebut mencapai dua orang. Korban terdiri atas seorang warga negara Arab Saudi dan seorang penduduk berkebangsaan India.
Sementara itu, delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka terdiri atas satu warga negara Arab Saudi, dua penduduk berkebangsaan India, dua penduduk berkebangsaan Yaman, dua penduduk berkebangsaan Bangladesh, dan satu penduduk berkebangsaan Nepal.
Otoritas penerbangan Arab Saudi menyatakan bahwa penilaian kerusakan masih berlangsung dengan melibatkan pihak keamanan terkait. Langkah-langkah pengamanan juga dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan staf bandara.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]