Banyak Diderita Warga RI, Bisakah Asam Lambung Picu Kematian?
Jakarta, CNBC Indonesia - Video seorang ibu di Ponorogo, Jawa Timur, yang meninggal mendadak di atas motor viral di sosial media. Dia diduga mengalami lemas akibat sakit lambung yang dideritanya. Benarkah asam lambung dan GERD bisa menyebabkan kematian mendadak?
Sakit perut hingga sensasi terbakar yang tidak nyaman di dada akibat refluks asam lambung merupakan kondisi yang akrab bagi banyak orang. Refluks asam lambung yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit refluks gastroesofagus (GERD) yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan.
GERD ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan yang dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada atau heartburn, mual, hingga peradangan pada kerongkongan yang disebut esofagitis.
Apakah GERD Bisa Mengancam Jiwa?
Refluks asam yang terjadi sesekali umumnya tidak mengancam jiwa. Namun, asam lambung kronis atau GERD dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Salah satu kekhawatiran yang kerap muncul adalah risiko tersedak hingga meninggal saat tidur akibat naiknya asam lambung. Meski belum ada laporan yang menunjukkan seseorang meninggal saat tidur akibat tersedak karena asam lambung atau GERD, kondisi ini tetap perlu diwaspadai.
GERD dapat menyebabkan asam lambung masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru, sehingga memicu batuk dan sensasi perih atau terbakar.
Komplikasi GERD yang Perlu Diwaspadai
GERD yang tidak ditangani dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, antara lain:
- Sinusitis, yaitu peradangan pada sinus.
- Asma yang muncul saat dewasa.
- Masuknya asam lambung ke paru-paru, yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
- Esofagitis, yaitu peradangan atau iritasi pada kerongkongan.
- Striktur esofagus, yaitu penyempitan kerongkongan.
- Tukak atau perdarahan kerongkongan.
- Esofagus Barrett, yaitu perubahan sel pada lapisan kerongkongan yang dapat meningkatkan risiko kanker.
- Kanker kerongkongan.
Kanker kerongkongan menjadi salah satu komplikasi GERD yang paling serius. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk kanker ini dilaporkan sekitar 20 persen pada seluruh stadium.
Meski demikian, sebagian besar penderita GERD tidak mengalami kanker kerongkongan. Kondisi ini umumnya dapat dikendalikan melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup yang sesuai.
Cara Mencegah Komplikasi GERD
Asam lambung yang terjadi sesekali biasanya tidak menimbulkan komplikasi. Untuk mengurangi risiko kekambuhan dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Menghindari makanan berlemak, pedas, atau makanan lain yang memicu gejala.
- Makan dalam porsi kecil, tetapi lebih sering.
- Tidak makan menjelang waktu tidur.
- Tetap dalam posisi tegak sekitar 45 menit setelah makan.
- Meninggikan kepala tempat tidur sekitar 15-20 sentimeter saat tidur.
- Menghindari pakaian yang terlalu ketat di area perut.
- Menjaga berat badan ideal.
- Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.
- Menggunakan obat sesuai petunjuk dokter.
(hsy/hsy)