Wilayah Udara Arab Saudi Tidak Aman, Kecuali Mekkah-Madinah
Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi di Yaman memperingatkan para pegawai, pekerja, dan warga untuk menjauhi fasilitas minyak Arab Saudi. Mereka juga menyatakan bahwa wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas kota Mekkah dan Madinah.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi mengutip pernyataan seorang sumber militer yang mengatakan: "Wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas Mekkah dan Madinah."
Sumber tersebut menambahkan: "Mereka yang telah diperingatkan tidak memiliki alasan lagi," ujarnya, seperti dikutip Middle Eyes Monitor.
Sumber militer itu juga mendesak para pemegang saham di perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco, untuk menjual saham mereka.
Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh telah dibuka kembali setelah ditutup selama lebih dari seminggu menyusul serangkaian serangan rudal dan drone mematikan Houthi. Bandara ini secara resmi kembali beroperasi pada hari Minggu, 18 Oktober, namun penerbangan ke Saudi masih sangat terganggu. Sejumlah maskapai penerbangan internasional termasuk Qatar Airways, Lufthansa, KLM, Air France dan Oman Air menangguhkan penerbangan ke sejumlah kota di Arab Saudi.
Kondisi ini jelas mengganggu perjalanan umrah. Singapura dan Malaysia, misalnya, meminta warga mereka menunda perjalanan ibadah ke Arab Saudi karena faktor keamanan.
(hsy/hsy)