Thailand Izinkan Petugas Bandara Buka Koper tanpa Izin Penumpang

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
16 October 2026 13:40
FILE - Tourists visit Grand Palace in Bangkok, Thailand, on Nov. 29, 2021. Thailand on Tuesday, Dec. 21, 2021, decided to immediately restore a mandatory quarantine for visitors and suspend a test-and-go scheme for fully vaccinated arrivals as concer
Foto: Turis mengunjungi Grand Palace di Bangkok, Thailand (AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penumpang pesawat yang bepergian ke Thailand perlu lebih memperhatikan isi bagasi mereka. Mulai 16 Oktober 2026, petugas keamanan bandara di negara tersebut diperbolehkan membuka dan memeriksa koper yang masuk bagasi tercatat (checked baggage) tanpa kehadiran penumpang apabila ditemukan indikasi adanya barang mencurigakan.

Kebijakan ini diterapkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Thailand atau Civil Aviation Authority of Thailand (CAAT) untuk memperketat keamanan penerbangan dan memastikan barang bawaan yang diangkut pesawat tidak mengandung benda berbahaya maupun barang yang dilarang.

Mengutip laporan The Nation Thailand, aturan tersebut tertuang dalam regulasi pemeriksaan bagasi tercatat yang diumumkan CAAT pada 24 Februari 2026.

Pemeriksaan Dilakukan Jika Ada Barang Mencurigakan

Berdasarkan ketentuan baru tersebut, petugas keamanan dapat membuka koper tanpa disaksikan pemiliknya apabila memiliki alasan yang masuk akal untuk menduga adanya bahan peledak, barang berbahaya, benda terlarang, atau barang lain yang tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan.

Namun, pemeriksaan bukan berarti petugas dapat membuka semua koper penumpang tanpa alasan. Tindakan tersebut harus didasarkan pada kebutuhan keamanan yang berkaitan dengan temuan atau kecurigaan selama proses pemeriksaan bagasi.

Apabila ditemukan barang yang dilarang, petugas berwenang menyitanya dan mengambil tindakan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum serta prosedur keamanan yang berlaku.

Proses Pemeriksaan Wajib Direkam

Meski penumpang tidak harus hadir saat koper diperiksa, CAAT mewajibkan pengelola bandara memiliki prosedur untuk mendokumentasikan proses pembukaan bagasi.

Pemeriksaan tersebut harus direkam, sementara pemberitahuan mengenai pemeriksaan akan ditempatkan di dalam koper agar pemilik mengetahui bahwa barang bawaannya telah dibuka oleh petugas keamanan.

Ketentuan ini menjadi bagian dari mekanisme pengawasan sekaligus pemberitahuan kepada penumpang ketika pemeriksaan tambahan harus dilakukan demi kepentingan keselamatan penerbangan.

Penumpang Diminta Lebih Teliti Sebelum Terbang

CAAT mengimbau penumpang untuk memeriksa kembali isi koper sebelum berangkat, terutama barang-barang yang masuk kategori terlarang atau berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Penumpang juga disarankan menggunakan kunci koper yang memenuhi standar TSA (Transportation Security Administration). Jenis kunci ini dirancang untuk memudahkan pemeriksaan keamanan ketika diperlukan, sehingga dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat pembukaan paksa.

Selain itu, barang berharga, benda mudah pecah, dokumen penting, serta kebutuhan pribadi yang mendesak sebaiknya tidak disimpan di bagasi tercatat.

Aturan baru tersebut berlaku mulai 16 Oktober 2026. Karena itu, penumpang yang akan bepergian melalui Thailand perlu memastikan isi bagasinya sesuai dengan ketentuan keamanan penerbangan agar perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala pemeriksaan yang tidak perlu.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand Via Adu Penalti


Most Popular
Features