Influencer Lari Meninggal 500 Meter sebelum Garis Finish Marathon
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Yoo Ji-won, seorang influencer lari asal Korea Selatan, meninggal dunia setelah jatuh pingsan di penghujung ajang lari half maraton. Ia meninggal di usia 25 tahun.
Melansir Yahoo! Sport, Yoo Ji-won mengikuti Seoul Race, ajang lari half maraton di Seoul, Korea Selatan, pada Minggu, 11 Oktober. Yoo tidak sadarkan diri pada pukul 8:49 pagi, setelah berlari sejauh 20,6 kilometer, menurut pernyataan yang dirilis panitia penyelenggara. Jarak half marathon standar adalah 21,0975 kilometer.
Seoul Race mengumumkan kematian salah satu pesertanya melalui pernyataan di Instagram. Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh panitia penyelenggara tersebut, disebutkan bahwa peserta itu "jatuh pingsan" saat berada sekitar 500 meter sebelum garis finis. Peserta tersebut kemudian dilarikan ke fasilitas medis, namun akhirnya meninggal dunia.
Rekannya yang juga merupakan kreator konten seputar lari, Bummy, mengenang saat-saat terakhir mendiang.
"Mendekati garis finis Seoul Race, saya melihat kerumunan orang dan mengira pasti ada yang terluka," tulisnya dalam bahasa Korea. "Setelah aku melewati garis finis, aku mencarimu di podium, namun kemudian muncul berita yang meresahkan, dan aku mulai menyadari kenyataan yang tidak ingin kupercayai. Aku meninggalkan segalanya dan memaksakan diri ke rumah sakit, berharap bisa bertemu denganmu untuk yang terakhir kalinya, tapi aku sangat menyesal tidak bisa berada di sisimu sampai akhir."
Pihak berwenang belum menentukan penyebab kematian.
Ji-won memiliki lebih dari 8.000 pengikut di Instagram, di mana dia dikenal karena berbagi prestasi lari dan atletiknya. Selain berlari, ia bekerja sebagai peneliti semikonduktor kecerdasan buatan di Korea Advanced Institute of Science and Technology.
Serangan jantung saat lari jarak jauh merupakan kejadian yang jarang terjadi. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu di JAMA, terdapat 176 serangan jantung dari sekitar 29,3 juta peserta maraton dan half maraton AS pada tahun 2010 hingga 2023, atau sekitar 0,6 per 100.000 pelari.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]