Scream or Dance Dorong Pertumbuhan Lapangan Kerja di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Scream or Dance terus mengembangkan perannya dalam industri event Indonesia, tidak hanya melalui penyelenggaraan festival musik, tetapi juga melalui peluang ekonomi dan lapangan kerja yang tercipta di baliknya. Festival musik bertema Halloween ini juga pernah masuk dalam DJ Mag Top 100 Festivals, memperkuat pengakuannya di kancah festival musik internasional.
Memasuki penyelenggaraan tahun kelimanya, Scream or Dance terus mengembangkan konsep festival yang memadukan musik elektronik, seni visual, instalasi tematik, dan pengalaman interaktif. Namun, di balik kemeriahan panggung dan penampilan musisi, terdapat ekosistem tenaga kerja yang turut menggerakkan penyelenggaraan festival.
Mulai dari kru produksi panggung, teknisi audio dan pencahayaan, desainer visual, seniman, hingga tim operasional dan layanan pengunjung, penyelenggaraan festival melibatkan berbagai profesi dengan keahlian yang beragam. Keterlibatan vendor dan mitra produksi juga membuka peluang bagi pelaku usaha yang mendukung kebutuhan acara.
Hal ini menjadikan festival musik bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai salah satu ruang pertumbuhan bagi tenaga kerja dan pelaku industri kreatif.
Bidik Peluang Kerja Lebih Besar pada 2026
Head of Business Development Scream or Dance, Tamma Irawan, menegaskan bahwa pertumbuhan festival tidak hanya diukur dari skala acara dan pengalaman yang dihadirkan kepada pengunjung, tetapi juga dari peluang kerja yang dapat tercipta di balik penyelenggaraannya.
"Pada penyelenggaraan sebelumnya, target kami adalah melibatkan sekitar 2.750 tenaga kerja. Pada 2026, kami ingin meningkatkan angka tersebut menjadi 4.000 orang. Mungkin memang belum sebanyak itu ya, tapi yang terpenting lewat acara ini kami bisa berkontribusi untuk menghadirkan peluang bagi para pejuang nafkah di Indonesia. Bagi kami, pertumbuhan Scream or Dance bukan hanya tentang menghadirkan festival yang lebih besar, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta kreatif dan tenaga profesional untuk terlibat, berkarya, dan berkembang bersama industri event Indonesia," ujar Tamma Irawan, Head of Business Development Scream or Dance.
Peningkatan target tersebut setara dengan 45,5% dibandingkan angka sebelumnya. Kebutuhan tenaga kerja mencakup beragam fungsi yang mendukung persiapan hingga pelaksanaan festival, mulai dari produksi panggung, audio dan pencahayaan, instalasi artistik, serta desain visual, hingga operasional dan layanan pengunjung.
Melalui target tersebut, Scream or Dance ingin mendorong pertumbuhan festival yang turut memberikan ruang lebih luas bagi tenaga kerja, pekerja kreatif, dan mitra usaha yang menjadi bagian dari ekosistem industri event.
Dampak Ekonomi yang Melampaui Area Festival
Kontribusi festival terhadap perekonomian berpotensi meluas ke berbagai sektor pendukung, termasuk transportasi, akomodasi, konsumsi, logistik, pengadaan perlengkapan, dan jasa produksi. Aktivitas tersebut menciptakan peluang bagi berbagai pelaku usaha yang terlibat dalam rangkaian persiapan hingga penyelenggaraan acara.
Bagi industri kreatif, festival berskala besar juga menjadi ruang bagi talenta lokal untuk memperoleh pengalaman profesional, membangun portofolio, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghasilkan produksi yang kompetitif. Keterlibatan ini menjadikan festival sebagai wadah yang mempertemukan beragam keahlian sekaligus membuka peluang bagi tenaga profesional dan pelaku usaha untuk berkembang.
Tamma menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan festival hingga saat ini.
"Kami sangat mengapresiasi setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan Scream or Dance, mulai dari tim internal, kru produksi, pekerja kreatif, vendor, hingga seluruh mitra yang bekerja di balik layar. Progres yang berhasil kami capai hingga hari ini tidak mungkin terwujud tanpa dedikasi, kerja keras, dan kontribusi mereka semua. Bagi kami, pertumbuhan Scream or Dance bukan hanya tentang seberapa besar festival yang bisa kami hadirkan, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat tumbuh bersama orang-orang yang membangun festival ini. Kami berharap perjalanan ini terus membuka lebih banyak kesempatan bagi tenaga kerja dan pelaku industri kreatif Indonesia untuk berkembang bersama," ujar Tamma Irawan.
Ke depan, Scream or Dance ingin terus mengembangkan festival dengan melibatkan lebih banyak tenaga profesional dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha. Untuk mengukur kontribusi ekonomi secara lebih konkret, indikator seperti jumlah tenaga kerja yang dilibatkan, jumlah vendor lokal yang berpartisipasi, serta nilai pengadaan dari mitra dalam negeri dapat menjadi tolok ukur penting.
Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan Scream or Dance diharapkan tidak hanya tercermin dari kualitas dan skala festival, tetapi juga dari kesempatan kerja, ruang berkarya, serta aktivitas ekonomi yang tercipta bagi berbagai pihak di balik penyelenggaraannya.
Menarik Lebih Banyak Pengunjung dari Mancanegara
Selain membuka peluang kerja, Scream or Dance juga berhasil mendatangkan pengunjung dari luar negeri sejak penyelenggaraan tahun lalu. Kehadiran wisatawan mancanegara ini turut memberi dampak bagi sektor pendukung seperti transportasi, akomodasi, dan konsumsi, sekaligus memperkenalkan festival musik Indonesia kepada audiens yang lebih luas. Pada tahun ini, jumlah pengunjung internasional diharapkan akan terus bertambah, seiring kemasan festival yang dihadirkan jauh lebih baik dibandingkan penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya.
"Tahun lalu kami sudah melihat antusiasme pengunjung dari luar negeri yang datang khusus untuk merasakan Scream or Dance, dan itu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Tahun ini kami menyiapkan kemasan festival yang jauh lebih matang, mulai dari panggung, instalasi, hingga pengalaman interaktif, sehingga kami optimistis jumlah pengunjung mancanegara akan semakin bertambah. Setiap pengunjung yang datang dari luar negeri bukan hanya membawa energi baru ke festival, tetapi juga menjadi duta yang memperkenalkan kualitas industri event Indonesia ke dunia," ujar Tamma Irawan, Head of Business Development Scream or Dance.
Mendorong Pertumbuhan Industri Event Indonesia
Pencapaian Scream or Dance di DJ Mag Top 100 Festivals 2026 menjadi salah satu momentum untuk terus mengembangkan kualitas penyelenggaraan dan memperkuat daya saing festival Indonesia di tingkat internasional.
"Bagi kami, pencapaian di tingkat internasional harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata di dalam negeri. Kami ingin Scream or Dance tidak hanya dikenal melalui pengalaman festival yang kami hadirkan, tetapi juga melalui kesempatan kerja yang tercipta, talenta lokal yang mendapatkan ruang untuk berkembang, serta pelaku usaha yang ikut tumbuh bersama kami. Kami percaya industri event Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat global," ujar Tamma Irawan, Head of Business Development Scream or Dance.
Ke depan, Scream or Dance berupaya memperkuat kontribusinya melalui keterlibatan lebih banyak tenaga profesional, kolaborasi dengan pelaku usaha, serta pengembangan talenta kreatif. Dengan demikian, pertumbuhan festival diharapkan dapat menghadirkan nilai tambah yang melampaui pengalaman hiburan.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival tidak hanya tercermin dari apa yang disaksikan pengunjung di atas panggung, tetapi juga dari peluang ekonomi dan ruang berkarya yang tercipta di baliknya.
(rah/rah)