Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) sering kali datang tiba-tiba dan mengganggu aktivitas harian. Saat gejalanya kambuh, penderita kerap merasakan nyeri di ulu hati, sensasi panas di dada (heartburn), hingga mual dan muntah.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh pola makan yang kurang tepat, tingkat stres tinggi, serta kebiasaan buruk seperti merokok. Untuk meminimalisir potensi kambuh, memahami daftar pantangan makanan dan minuman menjadi langkah krusial.
Dilansir dari Eat This Not That, berikut 13 makanan dan minuman yang wajib diwaspadai penderita asam lambung:
- Gorengan: Makanan tinggi lemak seperti ayam goreng, kentang goreng, dan mozzarella stick membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Kondisi ini memaksa lambung memproduksi lebih banyak asam. Makanan berlemak juga merangsang pelepasan hormon kolesistokinin yang merelaksasi katup kerongkongan bawah (lower esophageal sphincter/LES), sehingga asam lebih mudah naik.
- Buah Sitrus: Kendati kaya vitamin C dan serat, buah-buahan seperti jeruk, jeruk nipis, lemon, dan grapefruit memiliki tingkat keasaman tinggi yang memicu lambung memproduksi asam berlebih.
- Cokelat: Kandungan dalam cokelat dapat merelaksasi otot katup kerongkongan. Dampaknya, isi lambung berisiko naik kembali dan menyebabkan sensasi perih atau terbakar di area dada hingga tenggorokan.
- Minuman Bersoda: Karbonasi pada soda memicu penumpukan gas dan kembung. Tekanan berlebih pada perut ini berpotensi mendorong asam lambung bocor ke atas.
- Kopi dan Teh Bercafein: Kafein dapat merangsang produksi asam lambung secara agresif, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.
- Minuman Beralkohol: Alkohol memicu pembentukan gas berlebih di dalam perut yang berujung pada rasa kembung, heartburn, dan refluks asam.
- Makanan Pedas: Berdasarkan studi terhadap 100 pasien GERD pada 2020, makanan pedas menjadi pemicu utama gejala pada 62% responden.
- Camilan Olahan Tinggi (Ultra-Processed): Pola makan tinggi lemak, garam, dan bumbu artifisial yang umumnya terdapat pada camilan olahan terbukti berkolerasi dengan peningkatan risiko serangan GERD.
- Tomat dan Olahannya: Kandungan asam malat dan asam sitrat dalam tomat mendorong produksi asam lambung secara signifikan. Hal ini berlaku pula untuk produk olahan seperti saus tomat dan pasta tomat.
- Teh Peppermint: Meskipun sering dianggap menenangkan pencernaan, peppermint justru dapat merelaksasi otot LES secara berlebihan sehingga memudahkan asam masuk ke saluran kerongkongan. Sebagai alternatif hangat, seduhan kamomil atau jahe lebih aman bagi perut.
- Jus Buah Asam: Jus berbahan dasar buah sitrus maupun tomat mempertahankan kadar keasaman yang sama tingginya dengan bentuk buah utuh, sehingga berisiko memicu gejala refluks.
- Daging Tinggi Lemak: Potongan daging berlemak seperti iga, daging sapi lokal penuh lemak, atau kulit ayam membutuhkan kerja ekstra dari sistem pencernaan, yang berujung pada peningkatan produksi asam.
- Pizza: Perpaduan saus tomat yang asam, topping daging berlemak, serta adonan tinggi natrium menjadikan pizza kombinasi yang sangat berisiko bagi penderita GERD. Jika ingin mengonsumsinya, buatlah versi rumahan dengan saus putih atau minyak zaitun serta topping protein rendah lemak.
(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Ekosistem Plasma Darah, Investor Dorong Penguatan SDM