Penuh Skandal, Infantino Minta Maaf Proyek Investasi FIFA Batal
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden FIFA, Gianni Infantino meminta maaf kepada anggota Dewan FIFA atas polemik proyek investasi FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akhirnya dibatalkan. Di tengah kritik terhadap kepemimpinannya, Infantino juga mengusulkan kenaikan iuran bagi 211 asosiasi anggota FIFA menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret tahun depan.
Mengutip Financial Times, Infantino menuai kritik setelah berupaya membentuk entitas komersial baru yang dirancang untuk mengelola pendapatan FIFA, termasuk pemasukan dari Piala Dunia. Rencana tersebut memicu kontroversi setelah FIFA dikabarkan menyepakati penjualan sebagian saham entitas yang diusulkan itu kepada sebuah dana investasi yang dikelola Joshua Kushner, investor di bidang teknologi.
Joshua merupakan adik dari Jared Kushner, yang menikah dengan Ivanka Trump, putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Rencana pembentukan FFE mendapat penolakan dari sejumlah organisasi sepak bola. UEFA, badan sepak bola Eropa, bahkan mendesak Infantino untuk mengundurkan diri terkait polemik tersebut. Kritik serupa juga datang dari organisasi sepak bola di kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Asia.
FIFA akhirnya membatalkan rencana tersebut hanya beberapa hari setelah pengumumannya.
Infantino Akui Ada Kekeliruan dalam Proyek FFE
Dalam pertemuan Dewan FIFA di Zurich pada Kamis, Infantino menyampaikan permintaan maaf kepada 37 anggota dewan atas cara proyek FFE dijalankan dan dikomunikasikan.
FIFA menyatakan bahwa permintaan maaf tersebut berkaitan dengan pelaksanaan dan penyampaian informasi mengenai proyek itu. Organisasi tersebut juga akan membentuk kelompok kerja untuk meninjau secara terperinci kerangka tata kelolanya.
Langkah ini diambil ketika Infantino bersiap menghadapi pemilihan kembali sebagai presiden FIFA pada Maret tahun depan. Para pihak yang ingin mengajukan kandidat penantang memiliki waktu hingga 18 November untuk mendaftarkan pencalonan.
Meski demikian, permintaan maaf dan rencana evaluasi tata kelola belum meredakan seluruh kritik terhadap kepemimpinannya.
Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, mengatakan para anggota Dewan FIFA telah diberi kesempatan untuk menyampaikan kekhawatiran mereka. Namun, menurut dia, Infantino belum menjawab persoalan-persoalan yang dipertanyakan.
"Menurut saya, pria itu harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dan jika dia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, maka tidak, dia tidak layak menjadi presiden FIFA," ujar Hewitt, salah satu dari delapan wakil presiden FIFA
Sementara itu, Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, menilai FIFA membutuhkan perombakan menyeluruh. Namun, ia menyebut perubahan tersebut sulit terwujud selama Infantino masih memegang kendali organisasi.
Pendanaan Asosiasi Anggota Diusulkan Naik
Di tengah tekanan tersebut, FIFA mengusulkan peningkatan pendanaan bagi 211 asosiasi anggotanya. Dana tahunan untuk setiap asosiasi diusulkan naik menjadi 25 juta dolar AS selama empat tahun ke depan, dari sebelumnya 10 juta dolar AS.
FIFA berencana menggunakan cadangan kasnya untuk membiayai peningkatan tersebut. Rekomendasi pendanaan akan difinalisasi tahun ini sebelum diajukan untuk pemungutan suara oleh asosiasi anggota pada Maret mendatang.
Usulan itu muncul setelah Piala Dunia putra tahun ini, yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, menghasilkan pendapatan lebih dari 15 miliar dolar AS bagi FIFA. Turnamen tersebut juga diperkirakan menghasilkan surplus sedikitnya 5,2 miliar dolar AS.
Besarnya pendapatan itu menjadi latar belakang rencana FIFA untuk meningkatkan dukungan keuangan bagi para anggotanya. Namun, kebijakan tersebut belum menghapus ketidakpuasan terhadap cara organisasi dipimpin dan mengambil keputusan.
Kontroversi FIFA dan Donald Trump Kembali Disorot
Perselisihan mengenai FFE menambah daftar kontroversi yang sebelumnya melibatkan Infantino. Salah satunya adalah keputusan FIFA memberikan penghargaan perdamaian yang baru dibentuk kepada Presiden AS Donald Trump pada tahun lalu.
Infantino juga menghadapi kritik terkait dugaan pengaruh politik Gedung Putih dalam keputusan disipliner selama Piala Dunia.
Trump mengaku telah menelepon Infantino dan memintanya meninjau kartu merah yang diberikan kepada penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang pertandingan penting di fase gugur.
Pada Kamis (15/10), FIFA menyatakan akan meninjau prosedur disiplinnya menyusul insiden yang melibatkan Balogun. Organisasi tersebut juga menyebut sebuah komite akan mengevaluasi kembali pemberian penghargaan perdamaian.
Serangkaian persoalan tersebut menempatkan Infantino di bawah tekanan menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya. Meski telah meminta maaf atas polemik proyek investasi dan mengusulkan tambahan pendanaan bagi asosiasi anggota, kritik terhadap tata kelola dan kepemimpinannya masih berlanjut.
(hsy/hsy)