Gianni Infantino Terima Duit Rp30 Miliar, Transparansi FIFA Disorot

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
13 October 2026 19:20
Presiden FIFA Gianni Infantino. (AP Photo/Alessandra Tarantino/File Foto)
Foto: Presiden FIFA Gianni Infantino. (AP/Alessandra Tarantino/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan menerima pembayaran tambahan sebesar US$1,72 juta atau sekitar Rp30,7 miliar pada 2024 dari badan usaha yang bertanggung jawab mengelola Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Pembayaran tersebut menjadi sorotan karena tidak dicantumkan dalam laporan tahunan FIFA pada tahun yang sama.

Mengutip laporan ESPN yang diterbitkan pada 13 Oktober 2026, pembayaran itu terungkap melalui dokumen pajak yang diajukan FWC2026, badan berbasis di Amerika Serikat yang dibentuk FIFA untuk mengelola dan menjalankan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Pembayaran tersebut diterima Infantino di luar gaji dan tunjangan regulernya sebagai presiden FIFA. Berdasarkan laporan keuangan FIFA 2024, Infantino memperoleh gaji dan tunjangan senilai 4,274 juta franc Swiss atau sekitar US$4,86 juta (Rp 86 miliar) pada tahun tersebut.

Dengan tambahan pembayaran dari FWC2026, total kompensasi yang diterimanya dari kedua entitas itu mencapai sekitar US$6,58 juta (Rp 117 miliar) pada 2024.

Dipersoalkan karena Transparansi

Persoalan ini memicu pertanyaan mengenai transparansi pembayaran kepada petinggi FIFA dan kepatuhan terhadap aturan organisasi sepak bola dunia tersebut.

The Times menjadi media pertama yang melaporkan adanya kompensasi tambahan untuk Infantino dari Piala Dunia 2026. Laporan itu juga menyoroti dugaan pelanggaran terhadap statuta FIFA karena pembayaran tersebut dinilai tidak diungkapkan secara terbuka.

Dalam Pasal 43 ayat 13 Statuta FIFA, Subkomite Kompensasi memiliki tugas menetapkan aturan kompensasi serta menentukan besaran kompensasi bagi Presiden FIFA, anggota Dewan FIFA, dan Sekretaris Jenderal FIFA. Aturan tersebut secara tegas menyebutkan bahwa kompensasi masing-masing pejabat itu harus dipublikasikan.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara FIFA mengatakan kepada ESPN melalui pesan teks bahwa organisasi itu sepenuhnya mematuhi seluruh kewajiban pelaporan yang berlaku.

"FIFA sepenuhnya mematuhi semua persyaratan pelaporan dan dengan tegas menolak segala dugaan bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap Statuta FIFA," ujar juru bicara tersebut.

Mantan Pejabat FIFA Soroti Kewajiban Transparansi

Mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, Miguel Maduro, menilai tidak diungkapkannya kompensasi tambahan Infantino dapat menjadi pelanggaran aturan apabila pembayaran tersebut berasal dari perusahaan yang terkait dengan FIFA.

Dalam keterangannya kepada The Times, Maduro menegaskan bahwa statuta FIFA mewajibkan transparansi penuh terkait kompensasi para pejabatnya.

Menurut dia, subkomite yang menangani kompensasi tidak semestinya mengizinkan bentuk remunerasi lain tanpa keterbukaan kepada publik.

Maduro juga mengakui bahwa presiden FIFA layak menerima bayaran yang besar. Namun, ia menekankan bahwa seluruh bentuk pembayaran tersebut harus dilakukan secara transparan.

Meski demikian, tudingan tersebut masih perlu dibedakan dari kesimpulan resmi mengenai pelanggaran. FIFA sendiri telah membantah adanya pelanggaran terhadap statuta organisasinya.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tiba di Jakarta, Presiden FIFA Dipastikan Tonton Final RI vs Thailand


Most Popular
Features