Tragedi Bayi Tewas usai Dicekoki Telur Mentah, Pemerintah Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Tragedi seorang bayi berinisial A, yang berusia kurang dari satu bulan, meninggal dunia diduga karena dicekoki telur mentah viral di jagad sosial media. Banyak pihak ikut bersuara, mulai dari dokter anak, ahli gizi, hingga kalangan selebriti.
Terbaru, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan duka cita atas kepergian salah satu warganya tersebut. Menurut Emil, pihaknya telah memantau perkembangan kondisi korban secara ketat sejak awal masuk ke rumah sakit hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
"Kami sangat berduka, kami intensif memantau sejak beberapa hari terakhir, ananda A meninggal dunia di unit perawatan NICU. Saya meyakini tim RSUD Soetomo telah memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa ananda A sejak dirujuk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan saat tiba di RSUD Soetomo," kata Emil, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (13/10).
Pasca kepergian sang bayi, Emil meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi keluarga korban, terutama sang ibu, yang saat ini tengah mengalami guncangan psikologis.
Mengenai dugaan bahwa kondisi kritis dan kematian bayi A dipicu oleh konsumsi telur mentah, Emil enggan berspekulasi. Ia memilih untuk menyerahkan penjelasan detail mengenai penyebab pasti kematian kepada para tenaga medis profesional yang menangani korban. Meskipun, Emil membenarkan adanya masalah pada sistem pencernaan bayi tersebut.
"Untuk keterkaitan dengan apa yang dikonsumsi, mohon kita serahkan ke tim medis terkait untuk memberi keterangan. Info yang kami dapat, terjadi infeksi serius di saluran pencernaan," tuturnya.
Kisah bayi A viral mendadak viral usai sang ibu curhat di media sosial. Kejadian ini bermula ketika bayi A mengalami gejala demam. Untuk mengobati gejala tersebut, neneknya diduga mencekoki bayi tersebut dengan telur mentah, tanpa pengetahuan sang ibu.
Kondisi kesehatan bayi A dilaporkan langsung memburuk secara drastis setelah kejadian tersebut. Pada usia 28 hari, sang bayi mungil menghembuskan nafas terakhir di RSUD DR Soetomo Surabaya setelah menjalani perawatan di NICU.
(hsy/hsy)