Tabungan Haji Jadi Sasaran Hacker, Bagaimana Dana Nasabah?
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia menjadi sasaran serangan siber pada 8 Oktober 2026. Setelah layanan sempat terhenti sementara, TH memastikan dana simpanan nasabah tetap aman setelah lembaga tersebut melakukan serangkaian pemeriksaan keamanan dan pemulihan sistem.
"TH menjamin bahwa simpanan nasabah aman. Pemantauan ketat dan peningkatan keamanan akan terus dilakukan untuk memastikan sistem dan layanan yang telah diaktifkan kembali tersebut beroperasi dengan aman dan lancar," demikian isi pernyataan lembaga tersebut dikutip Malay Mail.
Sistem sempat dihentikan untuk melindungi nasabah
Sebelumnya, pada 8 Oktober, TH menghentikan sementara operasional sistem dan layanan di seluruh saluran menyusul serangan siber yang menyebabkan gangguan layanan. Langkah tersebut diambil untuk melindungi dana simpanan nasabah serta informasi pribadi mereka.
Setelah insiden itu, tim internal TH bekerja sama dengan para ahli eksternal dan otoritas keamanan siber nasional untuk menyelidiki kejadian, menangani ancaman, serta memulihkan sistem yang terdampak.
TH menilai serangan tersebut sebagai tindakan kriminal terhadap lembaga dan negara yang bertujuan mengganggu layanan. Sebagai tindak lanjut, TH telah mengajukan laporan kepolisian serta melaporkan insiden tersebut kepada Badan Keamanan Siber Nasional (NACSA) Malaysia dan Departemen Perlindungan Data Pribadi (JPDP).
Meski sebagian besar layanan telah pulih, lembaga tersebut menegaskan bahwa pemantauan ketat dan peningkatan sistem keamanan akan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional sekaligus melindungi dana dan informasi nasabah.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]