Health Summit 2026

Cara Kemenkes Upgrade Kualitas Layanan Kesehatan di Daerah

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 15:11 WIB
Foto: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemaparannya dalam acara Health Summit 2026 hadir dengan tema "The Rising of Indonesia's Healthcare Investment" di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (8/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan masih ada gap antara layanan kesehatan di daerah dengan kota-kota besar. Kesenjangan ini terlihat dari beberapa layanan kesehatan untuk penyakit stroke dan jantung. Bahkan kematian untuk kedua penyakit ini paling tinggi di Indonesia, ada 350.000 orang meninggal akibat stroke setiap tahunnya.

"Jumlah itu mungkin bisa mencapai 700.000-1.000.000 Indonesia yang meninggal dunia karena stroke setiap tahunnya," ujar Budi dalam Health Summit 2026 yang diselenggarakan CNBC Indonesia, Kamis (8/10/2026).

Hal ini pun mendorong pemerintah untuk memperoleh pinjaman dari Bank Dunia sebesar US$ 4 miliar, untuk menunjang pemerataan distribusi alat kesehatan di tanah air. Budi mengatakan dilakukan upgrade fasilitas kesehatan sekitar 514 kabupaten/kota, dengan pengadaan 500 alat CT scan, 500 cathlab, 500 mammogram, 500 Cytotoxic Drug Safety Cabinet (CDSC).


"Semua tersebar semuanya ke desa-desa. Histochemistry, lab pathology, anatomy, haemodialysis, itu kita bagi aja ke 500," ujar dia.

Budi mengatakan langkah ini bisa menciptakan baseline dari pemerataan layanan lainnya kesehatan untuk empat major diseases, seperti stroke, jantung, hingga kanker. Selain alat-alat kesehatan, regulasi juga dibutuhkan untuk mendukung pemerataan fasilitas di daerah.

"Kita bisa ada sedikit enforcement di regulasi untuk distribusi produk dan health resources. Jadi bukan hanya di Jakarta dan Bali saja. Misalnya ada yang mau buka di Surabaya, nah itu bisa didorong untuk buka di Nias juga misalnya," jelas Budi.

Dia menegaskan pemerataan layanan kesehatan tidak mustahil, hanya saja tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan anggaran pemerintah, harus ada kontribusi swasta, dan dukungan regulasi.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Terobosan Kebijakan Kesehatan: Cepat, Tepat, & Fokus ke Pasien