Nurisa Sumbang Emas untuk RI, Ternyata Masih Mahasiswi di Semarang

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 01/10/2026 14:45 WIB
Foto: Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah merayakan keberhasilannya meraih medali emas dalam seremoni kemenangan nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Nurisa Dian Ashrifah menjadi sorotan setelah berhasil mempersembahkan medali emas kelima untuk Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Atlet panahan yang akrab disapa Hani itu menjadi juara nomor compound individu putri setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco pada pertandingan final di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Kamis (1/10/2026).

Nurisa menang tipis dengan skor akhir 139-137. Hasil tersebut sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi panahan Indonesia karena merupakan medali emas pertama Indonesia dari cabang tersebut sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Perjalanan Nurisa menuju medali emas tidak mudah. Pada babak perempat final, ia menyingkirkan pemanah India Chikitha Taniparthi dengan skor 144-143. Kemudian pada semifinal, Nurisa mengalahkan wakil Korea Selatan Kang Yeon-seo dengan skor 147-143.


Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis) 

Di final, Nurisa dan Cojuangco sama-sama mengumpulkan 28 poin pada end pertama. Nurisa kemudian unggul satu angka pada end kedua sebelum keduanya sama-sama mencatat 29 poin pada end ketiga.

Persaingan kembali ketat pada end keempat. Nurisa akhirnya mengunci kemenangan setelah mengumpulkan 29 poin pada end kelima, sementara lawannya mendapat 27 poin. Skor akhir 139-137 memastikan emas jatuh ke tangan Indonesia.

Berawal dari Nonton Film dan Kartun

Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah merayakan keberhasilannya meraih medali emas di atas podium bersama peraih medali perak Amaya Amparo Cojuangco dari Filipina dan peraih medali perunggu Kang Yeonseo dari Korea Selatan dalam seremoni kemenangan nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). 

Jauh sebelum berdiri di podium Asian Games, ketertarikan Nurisa terhadap panahan justru bermula dari kebiasaannya menonton film dan kartun.

Mengutip laman resmi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa mulai mencoba olahraga panahan ketika berusia sekitar 11 tahun. Ia tertarik melihat karakter dalam film atau kartun yang menggunakan busur dan anak panah.

Ketertarikan tersebut membuat Nurisa mengikuti ekstrakurikuler panahan di sekolah. Kompetisi pertamanya adalah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota tingkat sekolah dasar pada 2016.

"Sejak umur 11 tahun, saya sudah mulai mencoba olahraga panahan. Kompetisi pertama yang saya ikuti adalah POPDA Kota tingkat SD di tahun 2016. Saat SMP, saya mulai mendalami dan rutin latihan panahan ini," kata Nurisa, dikutip dari laman Udinus, Kamis (1/10/2026).

Keseriusannya dalam panahan terus berlanjut hingga remaja. Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Nurisa berhasil membawa pulang dua medali perak.

Setahun kemudian, ia meraih medali perunggu pada nomor mixed team compound Asia Cup Leg 2 Singapore 2025. Prestasinya berlanjut pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX Jawa Tengah 2025. Dalam ajang tersebut, Nurisa mengoleksi tiga medali perak dan satu emas.

Tetap Kuliah di Tengah Kesibukan Jadi Atlet

Di luar lapangan, Nurisa tercatat sebagai mahasiswi Program Sarjana Manajemen Udinus. Ia merupakan mahasiswa angkatan 2025.

Kesibukannya sebagai atlet tidak membuat Nurisa meninggalkan kuliah. Ia mengerjakan tugas di sela-sela latihan dan menyesuaikan jadwal latihan dengan perkuliahan.

Menurut Nurisa, panahan tidak hanya membutuhkan kemampuan membidik sasaran. Seorang atlet juga harus memiliki fokus, konsentrasi tinggi, kesabaran, stabilitas, dan kondisi fisik yang kuat. Tantangan lain yang kerap muncul justru berasal dari keraguan terhadap diri sendiri, terutama ketika atlet mulai memasuki shooting line.

"Cara mengatasinya dengan menimpa keraguan itu dengan kata-kata positif dan mengingat alasan memulai panahan ini. Jika terus terbawa dengan keraguan itu, tidak akan pernah maju," ujarnya.

Sudah Koleksi Emas SEA Games

Sebelum emas Asian Games 2026, Nurisa juga telah mencatat prestasi di SEA Games 2025 Thailand. Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Nurisa meraih dua medali emas dari nomor individual compound dan compound team.

Ia juga mengantongi satu medali perunggu dari nomor compound team. Catatan prestasinya juga mencakup dua medali perak pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, masing-masing dari individual compound dan compound team.

Kini, koleksi tersebut bertambah dengan medali emas individual compound Asian Games 2026. Melansir Kemenpora, Nurisa tercatat sebagai atlet panahan putri nomor compound asal Jawa Tengah. Meski sudah mengoleksi sederet medali, Nurisa masih menyimpan target yang lebih tinggi. Ia ingin tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.

"Target saya setelah ini adalah Olimpiade LA 2028. Semoga saya bisa mencapai keinginan itu supaya melihat senyum dari orang tua, kakak, pelatih, dan semua orang yang sudah men-support saya di bidang panahan ini," kata Nurisa.

Biodata

Nama lengkap: Nurisa Dian Ashrifah
Nama panggilan: Hani
Cabang olahraga: Panahan
Asal: Jawa Tengah
Tahun lahir: 2004
Pendidikan: Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang
Program studi: Manajemen


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Atlet Angkat Besi RI, Sumbang Emas ke-2 bagi RI di Asian Games 2026