FOTO LIFESTYLE

Potret Detik-Detik Nurisa Dian Ashrifah Amankan Emas Kelima Indonesia

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 01/10/2026 10:47 WIB

Nurisa Dian Ashrifah raih emas kelima Indonesia di Asian Games 2026 usai kalahkan Amaya Amparo Cojuangco dari Filipina.

1/7 Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Atlet Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemanah India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, Kamis (1/10/2026). Nurisa kemudian mempersembahkan medali emas kelima bagi Indonesia setelah mengalahkan pemanah Filipina Amaya Amparo Cojuangco pada nomor compound putri. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

2/7 Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Pada end pertama, Nurisa dan Amaya mengawali pertandingan dengan perolehan poin yang sama. Keduanya masing-masing mengumpulkan 28 poin. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

3/7 Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Memasuki end kedua, embusan angin kencang membuat anak panah yang dilepaskan Nurisa dan Amaya sama-sama tidak menyasar sasaran paling tengah. Nurisa sempat tertinggal sebelum berbalik unggul 28-27. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

4/7 Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Pada end ketiga, Nurisa kembali tertinggal pada bidikan awal. Namun, ia mampu menjaga ketenangan dan menyamakan perolehan dengan Amaya menjadi 29-29. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

5/7 Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Persaingan semakin ketat pada end keempat. Salah satu bidikan Nurisa sedikit melenceng hingga mengenai angka 8. Amaya kemudian unggul 27-26 pada end tersebut dan membuat skor total menjadi imbang 110-110. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

6/7 Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Penentuan medali emas berlangsung pada end kelima atau end terakhir. Anak panah pertama Nurisa dan Amaya sama-sama menghasilkan 9 poin, sebelum Nurisa mencetak 10 poin pada bidikan kedua, sedangkan Amaya hanya mendapat 9 poin. Pada bidikan terakhir, Nurisa kembali mencetak 10 poin sementara Amaya meraih 9 poin. (REUTERS/Anushree Fadnavis)

7/7 Pemain Indonesia Nurisa Dian Ashrifah beraksi saat menghadapi pemain India Chikitha Taniparthi pada perempat final nomor individu compound putri panahan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Okazaki Central Park Multipurpose Square, Okazaki, Jepang, (1/10/2026). (REUTERS/Anushree Fadnavis)

Nurisa pun unggul 29-27 pada end terakhir dan memastikan kemenangan 139-137 sekaligus medali emas untuk Indonesia. Ini menjadi emas kelima Indonesia setelah dua emas dari badminton, satu dari angkat besi, dan satu dari panjat tebing. (REUTERS/Anushree Fadnavis)