FIFA Tuding UEFA Jegal Infantino Jelang Pemilihan Presiden
Jakarta, CNBC Indonesia - FIFA menuding para petinggi sepak bola Eropa melakukan "pelecehan" terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. FIFA juga menuduh mereka berupaya mempengaruhi pemilihan presiden di organisasi sepak bola dunia tersebut.
Tuduhan muncul setelah UEFA (Union of European Football Associations) atau Asosiasi Sepak Bola Eropa mendesak FIFA menunjukkan seluruh bukti terkait upaya menjual saham turnamen Piala Dunia kepada investor swasta. FIFA menilai langkah tersebut dilakukan dengan "itikad buruk" dan bertujuan menyerang Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang.
Tuduhan FIFA tercantum dalam dokumen pengadilan yang diajukan di Miami, Amerika Serikat (AS). FIFA meminta pengadilan memblokir permohonan UEFA untuk memperoleh seluruh bukti terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang kini telah dibatalkan.
"Perilaku UEFA menunjukkan bahwa permohonan tersebut dibuat dengan itikad buruk dan untuk tujuan pelecehan," tulis pengacara FIFA dalam dokumen tersebut, dikutip dari Sky News, Selasa (29/9/2026).
Perselisihan ini berpusat pada FIFA Forward Enterprise, sebuah skema yang sebelumnya dirancang untuk membuka peluang investasi swasta pada aset turnamen FIFA. UEFA meminta seluruh dokumen mengenai skema tersebut karena mempertimbangkan kemungkinan mengambil langkah hukum terhadap Infantino atas dugaan salah urus secara pidana.
UEFA menuding Infantino berupaya menjual kepentingan dalam turnamen FIFA dengan nilai yang terlalu rendah demi memperoleh keuntungan finansial pribadi. Namun, FIFA membantah keras tuduhan tersebut.
"Tanpa dasar apa pun, UEFA menyatakan bahwa Tuan Infantino berusaha mendapatkan keuntungan pribadi dari proposal FFE," tulis pengacara FIFA.
Perseteruan kedua organisasi sepak bola tersebut terjadi menjelang upaya Infantino untuk kembali terpilih sebagai Presiden FIFA pada Maret. UEFA telah menarik dukungannya terhadap Infantino.
Meski demikian, badan sepak bola Eropa tersebut belum mengajukan kandidat tandingan menjelang tenggat pencalonan pada November. FIFA pun menilai langkah hukum UEFA tidak dapat dipisahkan dari momentum pemilihan presiden yang semakin dekat.
"Tepat sebelum pemilihan FIFA, UEFA mengajukan permohonan ini (dan tiga permohonan lainnya) dengan menyebarkan informasi yang keliru mengenai Tuan Infantino," demikian isi dokumen hukum FIFA.
"Pengadilan ini harus menolak setiap upaya untuk memengaruhi pemilihan presiden FIFA berdasarkan alasan-alasan tersebut," lanjut FIFA.
(hsy/hsy)