Cemas Kanker Menyebar ke Tulang? SPECT-CT Bantu Lihat Lebih Jelas

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
28 September 2026 14:46
Layanan Kedokteran Nuklir (Dok Mayapada Hospital)
Foto: Layanan Kedokteran Nuklir (Dok Mayapada Hospital)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mendengar kanker telah menyebar ke tulang tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pasien dan keluarga. Pada beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara dan kanker prostat, tulang merupakan salah satu lokasi penyebaran sel kanker.

Namun, penyebaran sel kanker ke tulang tidak selalu menimbulkan gejala sejak awal. Karena itu, pemeriksaan pencitraan dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi tulang secara lebih menyeluruh.

Salah satunya adalah Single-Photon Emission Computed Tomography (SPECT) Scan, yang membantu melihat area dengan aktivitas tidak normal sekaligus mengetahui lokasi temuan secara lebih spesifik.

SPECT Scan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemungkinan penyebaran sel kanker ke tulang (metastasis tulang), termasuk lokasi dan luas area tulang yang terdampak. Pemeriksaan ini menggabungkan informasi fungsional dari SPECT dengan gambaran anatomi dari CT, sehingga dapat membantu dokter mengevaluasi area tulang yang menunjukkan kelainan secara lebih komprehensif.

Menurut dr.YustiaTuti, Sp.KN-TM, Subsp.Onk (K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, informasi tersebut penting dalam menilai kondisi pasien sekaligus risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

"Pada pasien dengan metastasis tulang, kita perlu melihat bukan hanya apakah terdapat lesi, yaitu area tulang yang menunjukkan kelainan, tetapi juga di mana lokasi penyebaran sel kanker, seberapa luas, dan bagaimana kondisi tulang yang terdampak," ungkap dia dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Ia megatakan, SPECT-CT Scan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai area tulang yang terdampak, sehingga dokter dapat memahami sebaran metastasis dengan lebih baik. Informasi ini penting untuk menilai risiko komplikasi pada tulang, seperti nyeri tulang, fraktur patologis (patah tulang akibat tulang yang melemah), hingga penekanan pada saraf tulang belakang.

"Karena itu, SPECT-CT Scan dapat menjadi bagian penting dalam evaluasi metastasis tulang, sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien," jelasnya.

Hasil pemeriksaan juga perlu dinilai untuk mengetahui apakah perubahan pada tulang berkaitan dengan penyebaran sel kanker atau kondisi lainnya. Menurut dr. Andreas Lim, Sp.KN-TM, Subsp. Onk. (K), FANMB dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, SPECT-CT Scan dapat membantu dokter membedakan temuan tersebut.

"Tidak semua perubahan pada tulang menunjukkan adanya metastasis. Dengan melihat hasil pemeriksaan SPECT-CT, dokter dapat menilai apakah temuan tersebut lebih mengarah pada metastasis atau perubahan lain pada tulang. Pemeriksaan ini juga dapat membantu memperjelas temuan yang masih meragukan, sehingga langkah evaluasi selanjutnya dapat ditentukan sesuai kondisi pasien," jelas dr. Lim Andreas.

Dengan informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi tulang, SPECT-CT dapat membantu dokter menentukan langkah evaluasi dan penanganan yang sesuai. Kini, akses terhadap teknologi SPECT-CT semakin mudah diperoleh di dalam negeri, termasuk melalui Poli Kedokteran Nuklir Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), yang membantu dokter memperoleh gambaran kondisi tubuh secara menyeluruh (whole-body imaging) sesuai kebutuhan pasien.

Sebagai bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan ini terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital dan didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin, Tumor Board dalam menyusun rencana perawatan sesuai kondisi pasien, serta Patient Navigator yang mendampingi pasien selama proses perawatan.

Berbagai informasi seputar Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Tips and Articles di MyCare, dan fitur fitur Personal Health untuk menghitung langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Terapi Samarium Bantu Pasien Kurangi Nyeri Tulang Akibat Kanker


Most Popular
Features