Alasan Operasi Lutut dengan Robotik Optimalkan Pemulihan

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
28 September 2026 10:09
Operasi Lutut dengan Robotik
Foto: Dok: Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi pasien yang membutuhkan operasi penggantian sendi lutut, salah satu pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah penggunaan teknologi robotik benar-benar memberikan manfaat dibandingkan prosedur konvensional. Terlebih, operasi ini bukan hanya bertujuan mengganti sendi yang rusak, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi lutut agar pasien dapat kembali bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Dalam Total Knee Arthroplasty (TKA) atau operasi penggantian sendi lutut, dokter perlu menentukan ukuran dan posisi implan, melakukan pemotongan tulang, serta memastikan keseimbangan jaringan lunak agar lutut tetap stabil dan memiliki rentang gerak yang baik. Teknologi robotik dapat membantu dokter melakukan proses tersebut secara lebih terukur dan presisi.

dr. Jifaldi Afrian Maharaja, Sp.OT, Subsp. PL, FIOTA dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, dalam total knee arthroplasty, keberhasilan tindakan tidak hanya ditentukan oleh pemasangan implan, tetapi juga oleh keseimbangan lutut secara keseluruhan.

"Teknologi robotik membantu kami melakukan pemotongan tulang dan menempatkan implan sesuai rencana, sekaligus mengevaluasi keseimbangan jaringan lunak selama operasi. Dengan begitu, tindakan dapat disesuaikan dengan anatomi dan kondisi masing-masing pasien," ungkap dia dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).

Dukungan tersebut juga terlihat pada proses pemulihan pasien. Dalam perbandingan TKA dengan bantuan teknologi robotik dan prosedur konvensional, rata-rata lama rawat inap tercatat 2,48 hari dibandingkan 3,66 hari, sementara jarak berjalan pada hari pertama setelah operasi mencapai 22,2 meter dibandingkan 11,3 meter. Rata-rata durasi operasi juga lebih singkat, yaitu 78,2 menit dibandingkan 85,5 menit.

Meski teknologi robotik dapat membantu meningkatkan presisi selama operasi, hasil tindakan tetap bergantung pada keahlian dokter dalam menyesuaikan prosedur dengan kondisi pasien.

"Dokter tetap memegang peran utama dalam menentukan rencana dan keputusan klinis. Kami juga berkolaborasi dengan tim dokter multidisiplin untuk menyesuaikan perawatan dengan kebutuhan pasien. Salah satunya dalam penerapan TKA dengan bantuan teknologi VELYSâ„¢ Robotic-Assisted Solution di MHSB, di mana pasien dapat mulai berjalan dalam 2 hari setelah operasi," imbuh dr. Jifaldi.

Pemulihan pasien juga didukung melalui Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®), yaitu protokol perawatan komprehensif yang dirancang untuk membantu mempercepat proses pemulihan. Penerapan ERAS® dapat membantu pasien mulai bergerak lebih dini dan menjalani pemulihan secara lebih terarah, termasuk mendukung lama rawat (Length of Stay/LOS) yang lebih singkat.

Penerapan ERAS® kini menjadi bagian penting dalam layanan bedah modern di berbagai rumah sakit berstandar global di Eropa, Amerika Serikat, Australia, hingga Asia. Di Mayapada Hospital Surabaya (MHSB), standar perawatan berbasis ERAS® telah diterapkan secara komprehensif dalam prosedur Robotic Total Knee Replacement (TKR) dan mendapat pengakuan dari ERAS® Society, dengan MHSB menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi ERAS® untuk TKR.

Pendekatan serupa juga diterapkan pada tindakan penggantian sendi lutut dengan bantuan CUVIS-Joint Robotic System. dr. Endro Tomo Sumargono, Sp.OT, Subsp. PL (K) dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan, selama tindakan, dokter tidak hanya perlu memastikan posisi implan sesuai rencana, tetapi juga memastikan keseimbangan lutut tercapai saat lutut bergerak.

"Dengan bantuan teknologi CUVIS, kami dapat menilai keseimbangan jaringan lunak secara real time atau langsung selama operasi, melakukan pemotongan tulang secara lebih presisi, dan menyesuaikan posisi implan berdasarkan respons lutut. Pendekatan ini membantu mendapatkan lutut yang stabil, seimbang, dan tetap memiliki fungsi gerak yang baik setelah operasi," terang dr. Endro.

Untuk mendukung kebutuhan pasien dengan gangguan tulang dan sendi, Orthopedic Center Mayapada Hospital menghadirkan layanan yang didukung Orthopedic Board serta tim dokter spesialis dan subspesialis ortopedi untuk memberikan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Layanan penggantian sendi lutut dengan bantuan teknologi robotik tersedia di Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) melalui VELYSâ„¢ Robotic-Assisted Solution, yang juga didukung protokol ERAS untuk membantu mengoptimalkan proses pemulihan pasien.

Sementara itu, CUVIS-Joint Robotic System tersedia di Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) sebagai salah satu pilihan teknologi dalam tindakan penggantian sendi lutut.Bagi Anda yang membutuhkan akses informasi dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990 atau melalui aplikasi MyCare.

Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(bul/bul) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sering Dikira Kelelahan, Tanda Ini Bisa Jadi Sinyal Gagal Jantung


Most Popular
Features