McDonald's Berubah Total, Siapkan Menu Tinggi Protein Buat Gym Bro
Jakarta, CNBC Indonesia - McDonald's menggelontorkan investasi besar untuk memperkuat bisnis waralabanya di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Mengutip CNN, jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat itu mengumumkan rencana investasi sebesar US$8,5 miliar atau sekitar Rp136 triliun hingga 2036. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai inisiatif, mulai dari peremajaan restoran, pelatihan ulang karyawan, hingga pengembangan menu baru yang menyasar konsumen dengan kebutuhan asupan protein lebih tinggi.
Investasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang McDonald's untuk menarik kembali pelanggan sekaligus meningkatkan pangsa pasarnya.
Langkah tersebut dilakukan ketika perusahaan menghadapi tekanan dari perlambatan pertumbuhan penjualan dan meningkatnya persaingan. Pada kuartal terakhir, McDonald's mencatat pertumbuhan yang menjadi salah satu yang paling lambat sejak 2025.
Perusahaan mengaitkan kondisi tersebut dengan terlalu banyaknya promosi yang diluncurkan dalam satu periode, kualitas layanan pelanggan yang belum konsisten, serta kampanye besar terkait Piala Dunia yang tidak memberikan dampak seperti yang diharapkan.
Melalui strategi baru bernama "Next", McDonald's ingin menjadikan restorannya sebagai pilihan utama bagi lebih banyak konsumen sekaligus meningkatkan frekuensi kunjungan pelanggan.
"Tujuan kami adalah menjadikan McDonald's pilihan utama bagi lebih banyak pelanggan dan menjadi pilihan yang lebih sering diambil-sekaligus membuat restoran kami lebih tangguh dan lebih mudah dikelola," kata CEO McDonald's Chris Kempczinski dalam siaran pers.
Renovasi Restoran hingga Teknologi AI
Salah satu fokus utama dari investasi tersebut adalah memperbarui restoran-restoran McDonald's. Perusahaan mewajibkan gerai waralabanya menjalani renovasi secara berkala, umumnya setiap satu dekade.
Desain baru yang diperlihatkan perusahaan mencakup ruang makan yang lebih luas, area bermain yang lebih besar, serta pencahayaan yang lebih baik.
Tidak hanya area pelanggan, dapur restoran juga akan mengalami perubahan. McDonald's berencana menggunakan perangkat berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi operasional.
Perusahaan memperkirakan penerapan teknologi tersebut dapat memberikan tambahan arus kas sekitar US$100.000 (Rp 1,8 triliun) per restoran melalui penghematan biaya operasional.
Transformasi tersebut diharapkan dapat membantu para pemegang waralaba meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki pengalaman pelanggan.
Bidik Konsumen yang Mengutamakan Protein
Salah satu perubahan yang tengah disiapkan McDonald's adalah memperluas pilihan menu bagi konsumen yang menginginkan makanan dengan kandungan protein lebih tinggi.
Perusahaan melihat adanya pasar yang besar dari konsumen yang semakin memperhatikan asupan protein. McDonald's memperkirakan terdapat sekitar 60 juta konsumen di Amerika Serikat yang menjadi bagian dari pasar tersebut, ditambah sekitar 30 juta pengguna obat diet GLP-1.
Untuk memenuhi permintaan itu, McDonald's tengah menguji sejumlah produk baru, termasuk menu yang berisi burger dan ayam, egg bites, serta lebih banyak pilihan ayam panggang seperti wrap.
"Para pelanggan menginginkan lebih banyak protein, fleksibilitas porsi yang lebih besar, dan makanan yang membuat mereka merasa kenyang tanpa kesan berlebihan," ujar Presiden McDonald's AS Skye Anderson dalam acara hari investor perusahaan.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]