Cara Efektif Bersihkan Sayuran dari Pestisida, Jangan Asal Makan

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
24 September 2026 13:55
Penjual sayuran di Pasar Anyar Bogor, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Penjual sayuran di Pasar Anyar Bogor, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sayuran menjadi bagian penting dalam pola makan sehari-hari. Namun, sebelum mengonsumsi selada, bayam, wortel, brokoli, hingga kembang kol, ada satu langkah sederhana yang sebaiknya tidak dilewatkan, yakni mencucinya dengan benar.

Melansir Eating Well, ahli pangan sekaligus blogger, Jessica Gavin, M.S., IFT, menjelaskan bahwa kontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella, Listeria, dan E. coli di sayuran sering kali berasal dari tanah atau air selama masa pertumbuhan.

"Kontaminasi juga bisa terjadi setelah panen, yakni selama penyimpanan atau persiapan," ujar Gavin. "Mengonsumsi sayuran dalam keadaan segar, mentah, atau hanya dimasak sebentar memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan penyakit bawaan makanan, karena bakteri yang ada tidak selalu mati melalui proses memasak."

Menurut Gavin, baik sayuran dari supermarket maupun yang dibeli langsung dari pasar tetap wajib dicuci. Hasil panen lokal dari pasar petani biasanya menempuh perjalanan lebih singkat tanpa melalui tahapan pembersihan komersial, sehingga lebih banyak kotoran yang menempel. Di sisi lain, sayuran supermarket yang sudah dicuci secara komersial pun masih berisiko mengandung sisa bakteri di permukaannya.

Langkah Tepat Mencuci Sayuran di Rumah

Untuk meminimalkan risiko kontaminasi dan menjaga sayuran tetap renyah serta aman dikonsumsi, berikut adalah panduan langkah demi langkah dari Gavin:

- Cuci Tangan Terlebih Dahulu

Cuci tangan menggunakan sabun dan air hangat selama 20 detik sebelum memegang bahan makanan agar kotoran dari tangan tidak berpindah ke sayuran.

- Cegah Kontaminasi Silang

Gunakan talenan berbeda untuk bahan makanan segar dan daging mentah. Cucilah talenan plastik segera setelah digunakan.

- Bilas dengan Air Mengalir Dingin

Cuci sayuran dengan air mengalir untuk meluruhkan kotoran, sisa pestisida, dan bakteri. 

- Teknik Khusus Sayuran Berdaun

Pisahkan lembaran daun yang besar, bilas dengan air dingin, lalu rendam sejenak dalam wadah berisi air dingin sambil digoyang-goyangkan untuk meluruhkan kotoran. Keringkan menggunakan alat pengering salad (salad spinner) atau lap dapur yang bersih.

- Gunakan Sikat untuk Sayuran Umbi dan Berkulit Padat:

Untuk wortel, kentang, mentimun, zukini, hingga labu musim dingin (winter squash), bilas di bawah air dingin sambil menyikat kotoran di permukaannya. Tunda proses mengupas kulit hingga pencucian selesai agar patogen di luar tidak berpindah ke daging sayur.

- Penanganan Khusus Jamur

Jangan merendam jamur dalam air karena sifatnya yang sangat berpori dapat membuatnya berlendir. Cuci secara singkat di bawah air mengalir yang dingin, sikat kotorannya, lalu keringkan sesaat sebelum dipotong atau dimasak.

- Hindari Sabun Pembersih dan Merendam Terlalu Lama

Gavin mengingatkan untuk tidak merendam sayuran dalam waktu lama karena justru berisiko memindahkan kembali kontaminan ke permukaan bahan pangan. Penggunaan sabun cuci atau cairan pembersih khusus sayuran juga sangat tidak disarankan.

"Sayuran memiliki tekstur berpori sehingga dapat menyerap bahan-bahan tersebut, yang berpotensi membahayakan kesehatan Anda. Lagipula, keamanan dan efektivitas cairan pembersih semacam itu belum teruji sepenuhnya," tambah Gavin.

Jika menginginkan perlindungan ekstra terhadap bakteri dan jamur pada sayuran bertekstur padat seperti mentimun, masyarakat bisa memanfaatkan larutan cuka encer.

Kandungan asam asetat dalam cuka efektif menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Namun, pastikan untuk membilasnya kembali hingga bersih menggunakan air mengalir agar cita rasa alami sayuran tidak berubah.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Vitamin dan Antioksidan Belum Tentu Diserap Tubuh, Ini Penjelasan Ahli


Most Popular
Features