3 Kebiasaan Sepele yang Bikin Orang Rentan Kena Kanker
Jakarta, CNBC Indonesia - Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbesar di dunia. Dokter spesialis onkologi, Wishwdeep Dhillon, M.D., mengatakan risiko kanker terkadang tersembunyi dalam rutinitas yang dilakukan tanpa banyak pertimbangan.
"Risiko kanker bisa jadi tersembunyi dalam hal-hal yang kita lakukan secara rutin hingga kita hampir tidak memikirkannya," ujar Dhillon.
Menurutnya, pencegahan kanker tidak harus selalu dimulai dari perubahan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak kumulatif dalam jangka panjang.
"Pencegahan kanker bukan soal satu pilihan yang sempurna, melainkan tentang kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali dan memberikan dampak kumulatif seiring berjalannya waktu," katanya.
Berikut tiga kebiasaan harian yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker melansir Eating Well.
1. Terlalu Banyak Duduk dan Kurang Bergerak
Kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik juga perlu diperhatikan. Sejumlah penelitian mengaitkan perilaku jarang bergerak dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, endometrium, dan kerongkongan.
Sebaliknya, aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengatur hormon, mengurangi peradangan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, sekaligus membantu menjaga berat badan tetap sehat. Faktor-faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap penurunan risiko kanker.
Ahli diet Taylor Janulewicz, RDN, LD, mengatakan seseorang tidak harus langsung melakukan olahraga berat untuk mendapatkan manfaat.
Aktivitas fisik dalam jumlah kecil pun dapat memberikan manfaat. Karena itu, aktivitas dapat dimulai secara perlahan dan ditingkatkan secara bertahap.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Daging Olahan
Daging olahan seperti nugget, hot dog, dan sosis juga termasuk makanan yang perlu dibatasi. Daging olahan diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1. Hubungan paling kuat ditemukan dengan kanker usus besar.
Proses pengasapan, pengawetan, penggaraman, serta penggunaan bahan pengawet tertentu dalam produksi daging olahan diyakini dapat menyebabkan terbentuknya senyawa yang berpotensi merusak DNA.
Persoalan yang perlu diperhatikan adalah pola makan yang terlalu bergantung pada daging olahan dan produk pangan ultra-proses dibandingkan makanan nabati yang kaya serat.
3. Kurang Tidur
Tidur juga kerap menjadi bagian dari rutinitas yang dikorbankan ketika aktivitas semakin padat. Padahal, kurang tidur dalam jangka panjang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, bukan sekadar menyebabkan rasa kantuk dan tubuh terasa lelah.
"Banyak orang tidak menyadari bahwa kurang tidur kronis dapat mengganggu ritme sirkadian alami tubuh, yang berperan penting dalam pengaturan hormon dan perbaikan sel," papar Janulewicz.
Gangguan terhadap ritme sirkadian secara teori dapat berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Namun, penelitian mengenai hubungan antara kurang tidur dan kanker masih terus berkembang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gangguan jangka panjang terhadap siklus tidur tubuh dapat berkaitan dengan peningkatan risiko kanker. Karena itu, menjaga pola tidur yang teratur menjadi bagian penting dari kebiasaan hidup sehat.
(hsy/hsy)