Menteri Ancam Cabut Kewarganegaraan Warga Israel Sutradara Film Gaza

Linda Sari Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 14/09/2026 09:20 WIB
Foto: Ilustrasi bendera Israel. (REUTERS/Adam Gray)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar mengancam akan mencabut kewarganegaraan dua sutradara Israel yang membuat film dokumenter tentang perang di Gaza, Palestina. Ancaman tersebut disampaikan setelah film berjudul NAZA meraih penghargaan khusus juri di Festival Film Venesia.

Melansir Middle East Eye, Senin (14/9/2026), Zohar menuduh para pembuat film tersebut melakukan pengkhianatan terhadap negara karena isi dokumenter yang mengungkap kesaksian sejumlah mantan atau anggota kalangan militer dan intelijen Israel terkait operasi di Gaza.

"Saya akan segera bertindak untuk mencabut kewarganegaraan Israel dari para pembuat film tercela ini karena tindakan pengkhianatan terhadap negara," ujar Zohar melalui platform X pada Minggu (13/9/2026).


Film dokumenter berdurasi sekitar 80 menit itu disutradarai oleh Yuval Abraham dan Rachel Szor. Keduanya mewawancarai 24 orang dari kalangan militer maupun intelijen Israel yang memberikan kesaksian sebagai whistleblower.

Dalam film tersebut, para narasumber memaparkan dugaan penggunaan sistem penargetan berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam operasi militer Israel di Gaza. Sistem tersebut disebut digunakan dalam proses penentuan target serangan udara di wilayah Palestina. Film NAZA kemudian mendapat perhatian internasional setelah memperoleh penghargaan khusus juri pada Festival Film Venesia tahun ini.

Abraham mengatakan, kesaksian para petugas intelijen yang diwawancarai menunjukkan bahwa pembunuhan terhadap warga Palestina bukan sekadar akibat kesalahan atau insiden yang tidak disengaja, melainkan bagian dari sistem dan kebijakan yang lebih luas.

"Para petugas intelijen Israel yang kami wawancarai berbicara mengenai bagaimana pembunuhan massal ini bersifat sistemik: bukan karena ketidaksengajaan, melainkan melalui rancangan, tindakan pembunuhan, dan kebijakan yang didasarkan pada dehumanisasi total terhadap warga Palestina," kata Abraham.

Ancaman pencabutan kewarganegaraan tersebut menambah kontroversi di Israel terkait kebebasan berekspresi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah selama perang di Gaza. Pernyataan Zohar juga memicu perhatian karena ditujukan kepada sineas Israel yang menggunakan kesaksian dari kalangan militer dan intelijen negaranya sendiri.

Film tersebut menjadi salah satu karya dokumenter yang mendapat sorotan dalam festival film internasional karena mengangkat kesaksian internal mengenai operasi militer Israel di Gaza dan dampaknya terhadap warga sipil Palestina.


(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: PBSI Bidik 1 Emas di Asian Games 2026