Waspada ISPA! Kenali Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
10 September 2026 16:10
Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2023). Tingginya angka polusi udara di Jakarta belakangan ini menyebabkan j
Foto: Pasien dengan gejala ISPA (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keluhan batuk, pilek, atau sakit tenggorokan sering kali dianggap sebagai penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Jika tidak ditangani dengan tepat, ISPA dapat berkembang menjadi infeksi yang jauh lebih serius. Data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) mencatat bahwa penyakit saluran pernapasan masuk dalam daftar sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia.

Penurunan kualitas udara, khususnya di wilayah perkotaan, menjadi salah satu faktor risiko utama yang memicu lonjakan kasus ini.

Mengenal ISPA dan Gejalanya

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, sinus, tenggorokan hingga paru-paru. Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus, meski dalam sejumlah kasus infeksi juga dapat disebabkan oleh bakteri.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan mudah menular. Penularan dapat terjadi melalui percikan cairan pernapasan ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Gejala ISPA dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba. Dalam sebagian besar kasus, gejalanya relatif ringan. Namun, kondisi tertentu dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius sehingga membutuhkan penanganan medis.

Ada sejumlah gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Batuk kering maupun berdahak
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Bersin
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Tubuh terasa lemas
  • Suara serak
  • Nafsu makan turun

Sementara itu, gejala seperti sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau bibir yang tampak kebiruan merupakan tanda yang lebih serius. Kondisi tersebut perlu segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Kelompok yang Lebih Rentan

Meskipun dapat dialami semua kelompok usia, risiko ISPA dan komplikasinya lebih tinggi pada kelompok tertentu. Mereka antara lain bayi dan balita, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit paru, penyakit jantung, dan diabetes.

Perokok aktif maupun pasif juga memiliki risiko lebih tinggi karena paparan asap rokok dapat mengganggu kesehatan dan pertahanan saluran pernapasan. Risiko juga dapat meningkat pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Polusi hingga Ventilasi Rumah

Risiko ISPA tidak hanya berkaitan dengan virus dan bakteri. Kondisi lingkungan juga berperan dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan.

Paparan asap rokok, polusi udara, ventilasi rumah yang buruk, kepadatan hunian, serta lingkungan yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko. Pada anak, khususnya balita, kondisi tersebut menjadi perhatian karena sistem pernapasan dan daya tahan tubuh mereka masih berkembang.

Status gizi yang kurang dan imunisasi yang belum lengkap, terutama pada anak, juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit infeksi.

Langkah Sederhana Mencegah ISPA

Sebagian besar risiko penularan ISPA dapat ditekan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran kuman.

Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Penggunaan masker juga dapat dipertimbangkan ketika sedang sakit maupun ketika kualitas udara sedang buruk.

Masyarakat juga dianjurkan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Di dalam rumah, pastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Selain itu, menjaga pola makan bergizi seimbang, cukup beristirahat, rutin berolahraga, serta melengkapi imunisasi sesuai jadwal yang dianjurkan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, risiko penularan ISPA dapat dikurangi. Yang terpenting, jangan mengabaikan gejala yang semakin berat, terutama pada bayi, balita, lansia, ibu hamil, maupun orang dengan penyakit penyerta.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sekolah Tetap Masuk Saat Kabut Asap Karhutla, Menkes Buka Suara


Most Popular
Features