Belajar dari MBG Swedia: Anggaran Rp14 Juta Per Siswa, Intip Menunya
Jakarta, CNBC Indonesia - Program makan gratis untuk anak sekolah bukan barang baru bagi Swedia. Negara Nordik tersebut telah menyediakan makan siang gratis bagi siswa selama puluhan tahun.
Pengalaman Swedia menunjukkan, menyediakan makanan saja ternyata belum cukup. Swedia terus mengembangkan sistem makan sekolah agar makanan yang disajikan tidak hanya gratis dan bergizi, tetapi juga benar-benar dimakan anak, disukai, ramah lingkungan, serta menjadi bagian dari proses belajar.
Melansir The Guardian, salah satu eksperimen dilakukan di Mariebergsskolan, sebuah sekolah menengah di Karlstad, Swedia. Pada pagi hari, siswa dapat mendatangi kantin untuk mendapatkan pilihan minuman seperti jahe dan lemon, susu, lemon dan mint, hingga stroberi dan jeruk. Ada pula oats dengan susu karamel.
Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) Foto: Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) |
Bahan-bahan yang digunakan berasal dari surplus buah dan sayuran yang disumbangkan supermarket lokal. Selain memberikan makanan sehat kepada siswa, skema tersebut sekaligus menjadi cara untuk mengurangi limbah pangan.
Program itu merupakan bagian dari proyek yang diluncurkan pada 2018 oleh Vinnova, badan inovasi nasional Swedia, dengan melibatkan tujuh lembaga pemerintah termasuk Swedish Food Agency atau Livsmedelsverket.
Murid Ikut Tentukan Cara Mereka Makan
Siswa dilibatkan melalui workshop untuk mendesain ulang kantin sekolah. Hasilnya, ruang makan dibuat menyerupai restoran yang nyaman dengan dinding berwarna krem, tirai untuk meredam suara, serta beragam pilihan tempat duduk.
Linnea Olsson Lee, ahli strategi pangan di Karlstad, mengatakan siswa menginginkan tempat duduk yang dapat dipilih sesuai suasana hati. Ada kursi bar menghadap jendela bagi siswa yang ingin makan sendiri tanpa merasa diperhatikan. Ada pula meja bersama untuk mereka yang ingin makan dalam kelompok besar serta area lebih kecil untuk kelompok yang lebih intim.
"Kami mencoba menciptakan zona yang berbeda. Sekarang para siswa benar-benar bangga dengan restoran sekolah mereka," kata Olsson Lee, dikutip dari The Guardian.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil. Para siswa disebut menjadi lebih tertarik tetap berada di sekolah dibanding pergi ke kedai terdekat untuk membeli makanan manis.
Guru juga melihat siswa menjadi lebih terlibat. Dalam salah satu workshop, Olsson Lee mengingat seorang siswa mengatakan dia lebih memilih makanan sehat apabila tersedia alternatif gratis di sekolah.
"Jika ada alternatif gratis di sekolah, saya mungkin mempertimbangkan untuk makan sesuatu yang sehat," ujar siswa tersebut.
Anggaran Rp14 Juta per Siswa
Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) Foto: Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) |
Upaya nasional menyediakan makan sekolah gratis telah dimulai sejak awal 1900-an dan pada dekade 1970-an telah menjangkau mayoritas anak sekolah Swedia. Sejak 2011, Undang-Undang Sekolah Swedia bahkan mewajibkan makan siang sekolah memenuhi standar gizi.
Pedoman nasional makan sekolah yang diterbitkan Swedish Food Agency juga mengacu pada Nordic Nutrition Recommendations, yang menetapkan referensi asupan zat gizi berdasarkan pengetahuan ilmiah untuk mendukung perkembangan dan fungsi tubuh sekaligus mengurangi risiko penyakit terkait pola makan. Sekitar 1,3 juta porsi makanan disajikan setiap hari di sekolah-sekolah Swedia atau sekitar 260 juta porsi dalam setahun.
Makanan yang diberikan berupa makanan hangat dan umumnya menyediakan beberapa pilihan, termasuk menu vegetarian dan bebas gluten. Salad, roti, mentega, susu, serta air juga tersedia.
Rata-rata biaya makan sekolah mencapai 7.700 krona Swedia (SEK) atau sekitar Rp14 juta per siswa per tahun. Biaya tersebut mencakup bahan makanan, tenaga kerja hingga transportasi. Semuanya gratis karena dibiayai melalui pajak daerah.
Pemerintah kota bertanggung jawab atas penyelenggaraan makan siang sekolah. Di sebagian besar sekolah, makanan dimasak langsung di dapur sekolah. Jika sekolah tidak memiliki dapur, makanan dapat dikirim dalam kondisi hangat atau dingin untuk kemudian dipanaskan.
Bukan Cuma Harus Bergizi
Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) Foto: Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) |
Salah satu hal yang bisa menjadi pelajaran menarik dari Swedia adalah cara pemerintah melihat keberhasilan makan sekolah. Pedoman Swedish Food Agency menggunakan pendekatan yang disebut The Meal Model. Ada enam unsur yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan makanan gratis di sekolah, yakni:
- Enak
- Aman
- Bergizi
- Ramah lingkungan
- Menyenangkan
- Terintegrasi sebagai bagian dari pendidikan
Dengan demikian, keberhasilan makan sekolah tidak hanya diukur berdasarkan kandungan gizi yang masuk ke dalam menu. Lingkungan tempat siswa makan, waktu penyajian, keterlibatan siswa, keamanan pangan hingga dampak terhadap lingkungan ikut diperhitungkan.
Pedoman nasional bahkan menyatakan makan siang sekolah harus menjadi bagian dari pendidikan. Siswa yang makan siang dinilai memiliki kondisi yang lebih baik untuk belajar. Pendidikan mengenai makanan dan gizi juga dapat dimasukkan ke berbagai mata pelajaran, terutama pendidikan rumah tangga.
Sampah Makanan Juga Jadi Perhatian
Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) Foto: Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) |
Persoalan makanan terbuang juga tidak luput dari perhatian. Dalam salah satu inisiatif lanjutan di Karlstad, siswa dijanjikan dana sebesar 1 juta SEK untuk kegiatan bersama dengan syarat mereka ikut mengurangi limbah makanan.
Setiap kilogram makanan yang terbuang akan mengurangi jumlah uang yang dijanjikan. Perkembangannya dipantau melalui penghitung digital di kantin sekolah dan dapat dilihat secara daring.
Program tersebut berhasil mengurangi limbah makanan hingga 1,7 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah itu sejalan dengan pedoman nasional Swedia yang memasukkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu bagian penting dari makan sekolah.
Pilihan bahan pangan yang lebih sadar lingkungan dan pengurangan makanan terbuang diharapkan dapat menekan dampak terhadap lingkungan.
Apa yang Bisa Dipelajari dari MBG Swedia?
Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) Foto: Makan siang sekolah gratis di Swedia. (Tangkapan Layar Video/Swedish Institute) |
Pengalaman Swedia menunjukkan program makan sekolah membutuhkan waktu panjang untuk terus disempurnakan. Program yang awalnya berfokus pada penyediaan makanan gratis berkembang menjadi kebijakan yang juga menyentuh kualitas gizi, pengalaman siswa ketika makan, pendidikan, produksi pangan lokal, lingkungan hingga persoalan kesenjangan sosial ekonomi.
Bagi Swedia, makan sekolah juga dipandang sebagai instrumen untuk membantu mengurangi ketimpangan kesehatan. Bagi sebagian siswa, makanan yang mereka dapatkan di sekolah bahkan mungkin menjadi satu-satunya makanan matang yang mereka konsumsi dalam sehari.
Olsson Lee mengakui masih ada tantangan. Pendanaan untuk renovasi dan perubahan fasilitas tidak selalu mudah diperoleh. Waktu dan sumber daya juga terbatas.
Namun menurutnya, program makan sekolah harus dilihat sebagai investasi yang dikerjakan secara bertahap.
"Kami menghabiskan banyak uang untuk itu, jadi kami perlu menggunakannya sebagai sumber daya secara optimal," katanya.
Pengalaman tersebut memberi satu pelajaran penting yaitu keberhasilan program makan sekolah tidak berhenti ketika makanan berhasil dikirim dan dibagikan kepada siswa.
Makanan perlu aman dan bergizi, tetapi juga perlu enak agar dimakan, disajikan dalam lingkungan yang nyaman, meminimalkan makanan terbuang, melibatkan siswa, serta pada akhirnya membantu mereka mendapatkan kondisi yang lebih baik untuk belajar.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]



