Seniman Nyentrik Yayoi Kusama Meninggal Usia 97 Tahun

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
27 August 2026 11:55
Seniman Yayoi Kusama berpose bersama detail karya seninya yang berjudul "Love arrives at the Earth Carrying with it a Tale of the Cosmos" di galeri Tate Modern di London, Inggris, 7 Februari 2012. (REUTERS/Luke MacGregor/Foto)
Foto: Seniman Yayoi Kusama berpose bersama detail karya seninya yang berjudul "Love arrives at the Earth Carrying with it a Tale of the Cosmos" di galeri Tate Modern di London, Inggris, 7 Februari 2012. (REUTERS/Luke MacGregor/Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seniman kontemporer Jepang ternama, Yayoi Kusama, meninggal dunia pada usia 97 tahun. Kabar kepergian Kusama dirilis oleh The Yayoi Kusama Museum and the Yayoi Kusama Foundation pada Kamis (27/8).

Kusama meninggal dunia pada 14 Agustus di sebuah rumah sakit di Tokyo, menurut pernyataan tersebut, yang dikutip dari Japan Times.

Dikenal di seluruh dunia berkat karya khas berupa motif polkadot, pola berulang, dan karya imersif "Infinity Mirror Rooms," Kusama memberikan pengaruh yang mendalam terhadap seni kontemporer.

Seniman Yayoi Kusama berpose bersama detail karya seninya yang berjudul Seniman Yayoi Kusama berpose bersama detail karya seninya yang berjudul "Love arrives at the Earth Carrying with it a Tale of the Cosmos" di galeri Tate Modern di London, Inggris, 7 Februari 2012. (REUTERS/Luke MacGregor/Foto) 

"Ia mendedikasikan seluruh hidupnya, yang membentang selama 97 tahun, untuk karier internasionalnya sebagai seniman avant-garde yang aktif di berbagai bidang, terutama seni rupa, namun juga mencakup seni pertunjukan, penulisan novel, dan puisi," bunyi pernyataan tersebut.

"Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah melepaskan kuasnya, terus mengeksplorasi tema cinta abadi dan jiwa."

Lahir di Matsumoto, Jepang, pada 1929, Kusama mulai membuat seni sejak kecil dan kemudian pindah ke New York pada 1957 untuk mengejar karier sebagai seniman. Di sana, ia bereksperimen dengan lukisan, patung, instalasi, happening, hingga performance art, bahkan pernah menjadi bagian dari perkembangan seni avant-garde pada era 1960-an.

Halusinasi dan gangguan persepsi yang dialaminya sejak kecil juga menjadi sumber inspirasi penting dalam menciptakan pola-pola repetitif yang seolah tidak memiliki akhir. Menariknya, setelah kembali ke Jepang pada 1970-an, Kusama memilih tinggal di sebuah rumah sakit jiwa sambil tetap bekerja setiap hari di studio. Popularitasnya kemudian melonjak secara global melalui instalasi Infinity Mirror Rooms, yang memungkinkan pengunjung seolah berada di dalam ruang tanpa batas.

Kusama tidak hanya terkenal di dunia seni, tetapi juga menjadi fenomena budaya populer.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 4 Kota Paling Layak Huni di Asia 2026, Ada Tetangga Indonesia


Most Popular
Features