40 Ribu Kondom Tak Penuhi Standar, Risiko Penyakit Seksual Meningkat
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 40 ribu kondom yang beredar secara daring maupun melalui apotek diduga tidak memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku. Produk-produk tersebut berisiko menyebabkan infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan.
Melansir Euro News, peringatan itu dikeluarkan pada Jumat, 21 Agustus, oleh Direktorat Jenderal Persaingan, Konsumsi, dan Penanggulangan Penipuan Prancis (DGCCRF) bersama Direktorat Jenderal Kesehatan (DGS). Menurut otoritas, lebih dari 40.000 kondom atau sekitar 1.000 kotak telah terjual melalui platform daring, sebagian besar melalui distributor asal Asia. Produk yang sama juga diduga sempat beredar di toko dan apotek.
Empat merek masuk daftar penarikan
Situs resmi penarikan produk Prancis, Rappel Conso, mencantumkan empat merek yang menjadi sasaran tindakan otoritas, yakni Friday Bae (Le Préservatif), Okamoto (003 dan 002), Sagami Original 002, serta My Lubie.
Produk-produk tersebut dipasarkan melalui sejumlah platform dan peritel, termasuk Amazon serta beberapa jaringan ritel dan apotek di Prancis.
Otoritas menemukan bahwa sejumlah produk tidak mencantumkan tanda kesesuaian CE dan belum menjalani penilaian kesesuaian yang diwajibkan berdasarkan ketentuan Eropa. Sebagian besar produk juga tidak dilengkapi kemasan atau informasi dalam bahasa Prancis.
Masalah lain ditemukan pada dua produk yang justru telah mencantumkan tanda CE. Pemeriksaan menunjukkan satu produk memiliki risiko pecah, sementara produk lainnya berisiko mengalami kebocoran.
Secara keseluruhan, sekitar 260.000 unit kondom telah ditarik melalui sejumlah prosedur penarikan yang dilakukan sejak akhir Mei hingga awal Agustus.
Berisiko menimbulkan konsekuensi kesehatan
Otoritas Prancis menegaskan bahwa kondom yang tidak memenuhi standar dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan pengguna. Kegagalan fungsi produk dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual maupun terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan.
Masyarakat yang telah menggunakan produk-produk tersebut diminta melakukan pemeriksaan IMS. Bagi pengguna yang mengalami keterlambatan menstruasi, otoritas juga menyarankan untuk melakukan tes kehamilan.
Platform daring yang menjual produk terkait sebelumnya telah diperintahkan untuk segera menghapus daftar penjualan. Sebanyak 36 daftar produk telah dicabut, sementara penjual pihak ketiga mendapat peringatan. Beberapa platform juga menyatakan akan memperketat sistem verifikasi dan penyaringan produk.
(hsy/hsy)