Penyakit Menular Seksual Naik Tajam Sentuh Rekor, Apa Pemicunya?

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
25 May 2026 09:35
Ilustrasi buang air kecil. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Infeksi menular seksual (IMS) terus meningkat dalam satu dekade terakhir dan kini mencapai level tertinggi dalam sejarah pencatatan modern di Eropa. Kondisi ini diungkap European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) dalam laporan terbaru yang dirilis Kamis waktu setempat.

Penyakit seperti gonore, sifilis, hingga sifilis bawaan pada bayi tercatat melonjak tajam di berbagai negara Eropa sepanjang 2024. Kepala Unit Penyakit Menular Langsung dan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Vaksin ECDC, Bruno Ciancio mengatakan, tren kenaikan IMS sudah terjadi selama 10 tahun terakhir.

"Infeksi menular seksual terus meningkat selama 10 tahun dan mencapai rekor tertinggi pada 2024," ujar Ciancio dikutip dari Euro News, Senin (25/5/2026).

Ia memperingatkan IMS yang tidak diobati dapat memicu komplikasi serius, mulai dari nyeri kronis, infertilitas, hingga gangguan jantung dan saraf pada kasus sifilis. Dalam laporan tersebut, kasus gonore di Eropa mencapai 106.331 kasus pada 2024 atau melonjak sekitar 303% dibandingkan 2015.

Sementara itu, kasus sifilis tercatat lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama menjadi 45.577 kasus. Adapun klamidia masih menjadi IMS paling banyak dilaporkan dengan total 213.443 kasus.

ECDC menyebut angka gonore tahun 2024 menjadi yang tertinggi sejak sistem pengawasan IMS mulai dilakukan pada 2009. Gonore sendiri merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Neisseria gonorrhoeae. Banyak kasus tidak menunjukkan gejala, terutama pada perempuan, sehingga diagnosis kerap terlambat dan penularan terus terjadi tanpa disadari.

Secara keseluruhan, kasus gonore meningkat 4,3% dibandingkan 2023. Pada laki-laki, kenaikannya mencapai 7,9%, dengan kelompok usia 25-34 tahun menjadi yang paling banyak terdampak. Lebih dari separuh kasus terjadi pada laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama laki-laki.

Sementara pada perempuan, tingkat kasus justru turun 8,6%. Namun kelompok usia 20-24 tahun tetap menjadi kelompok dengan laporan kasus tertinggi.

ECDC memperingatkan tingginya kasus gonore pada perempuan usia reproduktif menjadi perhatian serius karena dapat menyebabkan komplikasi pada organ reproduksi.

Secara geografis, tingkat gonore tertinggi pada 2024 ditemukan di Ireland, Malta, Iceland, Luxembourg, Denmark, dan Spain.

Tak hanya itu, ECDC juga menyoroti lonjakan sifilis bawaan atau congenital syphilis yang disebut "mengkhawatirkan". Jumlah kasus hampir dua kali lipat dibandingkan 2023 dan menjadi yang tertinggi sejak 2009.

Sifilis bawaan terjadi ketika ibu hamil yang terinfeksi menularkan penyakit kepada janin selama kehamilan. Risiko tertinggi terjadi pada ibu dengan sifilis tahap awal yang tidak mendapatkan pengobatan.

Sepanjang 2015-2024, negara dengan kasus sifilis bawaan tertinggi adalah Bulgaria sebanyak 195 kasus, disusul Portugal dengan 96 kasus, dan Hungary sebanyak 91 kasus.

ECDC menegaskan sifilis bawaan sebenarnya bisa dicegah dan dihilangkan di kawasan Uni Eropa. World Health Organization bahkan menargetkan eliminasi sifilis bawaan pada 2030 dengan angka kurang dari satu kasus per 100 ribu kelahiran hidup.

Laporan itu juga merekomendasikan peningkatan program skrining, terutama pada kelompok heteroseksual, termasuk mempertimbangkan tes ulang universal pada trimester ketiga kehamilan. Para ahli menilai perubahan perilaku seksual menjadi salah satu faktor utama lonjakan IMS di Eropa.

Kepala unit HIV/AIDS di Hospital Clínic Barcelona, Josep Mallolas, mengatakan penggunaan kondom kini semakin jarang.

"Penggunaan kondom menjadi semakin jarang dipakai," ujarnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya jumlah pasangan seksual, khususnya di kalangan anak muda dan remaja. Meski demikian, ECDC menyebut peningkatan tes dan sistem pelaporan yang lebih baik juga ikut membuat jumlah kasus terdeteksi lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Beberapa negara Eropa kini mulai memperluas akses tes gratis dan layanan tes mandiri untuk menekan penyebaran IMS.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jumlah Bayi Laki-Laki Makin Sedikit, Studi Temukan Alasan Tak Terduga


Most Popular
Features