Duh! Bapak Ini Tinggalkan Anaknya di Gunung Fuji Demi Lanjut Mendaki
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang ayah di Jepang mendapat teguran keras dari polisi setelah meninggalkan putranya yang berusia tujuh tahun sendirian di Gunung Fuji selama berjam-jam. Anak tersebut hanya dibekali minuman ringan dan camilan ketika ditinggalkan di tengah kondisi berkabut dan hujan pada ketinggian lebih dari 2.000 meter.
Peristiwa itu terjadi di jalur pendakian Fujinomiya, salah satu rute menuju puncak Gunung Fuji. Menurut laporan media Jepang, ayah berusia 48 tahun tersebut memutuskan meninggalkan putranya setelah sang anak mengeluh kelelahan.
Melansir BBC, Senin (24/8/2026), sang ayah dilaporkan mengatakan kepada anaknya untuk "menunggu di sini", sebelum melanjutkan pendakian bersama putranya yang lebih tua.
Anak berusia tujuh tahun itu kemudian ditemukan seorang diri oleh staf sebuah pondok gunung di sekitar pos keenam jalur pendakian. Ia terlihat duduk di sebuah bangku dalam kondisi cuaca yang dingin, berkabut, dan hujan.
Staf pondok kemudian menghubungi polisi. Petugas menemukan sang ayah berada di antara pos ketujuh dan kedelapan, yang berjarak cukup jauh dari lokasi anaknya dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan untuk ditempuh.
Anak tersebut diketahui ditemukan sekitar pukul 07.30 waktu setempat pada Kamis. Ia kemudian menunggu selama sekitar delapan jam sebelum akhirnya kembali bertemu dengan ayahnya.
Saat ditemukan kembali, anak itu dilaporkan dalam kondisi kelelahan dan rewel. Polisi kemudian menegur keras sang ayah atas keputusannya meninggalkan anak tersebut. Salah seorang petugas mengatakan bahwa meskipun keputusan itu berarti harus membatalkan pendakian bersama, meninggalkan seorang anak sendirian di gunung merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
Sang ayah dilaporkan mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Ia menyebut keputusannya tersebut sebagai tindakan yang dilakukan secara terburu-buru.
Keluarga itu diketahui mendaki melalui jalur Fujinomiya yang dimulai dari pos kelima. Lokasi tersebut dapat dijangkau menggunakan transportasi umum.
Para pemandu pendakian memperkirakan perjalanan dari pos kelima menuju puncak membutuhkan waktu sekitar lima jam, sementara perjalanan turun dapat memakan waktu sekitar tiga jam.
Gunung Fuji Punya Risiko Pendakian Tinggi
Gunung Fuji memiliki ketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung tertinggi di Jepang. Meskipun menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di negara tersebut, pendakiannya memiliki sejumlah risiko, terutama karena perubahan cuaca dan kondisi medan di ketinggian.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden juga terjadi di Gunung Fuji. Pada Juli tahun ini, seorang perempuan berusia 99 tahun dilaporkan harus diselamatkan setelah terjatuh ketika mencoba mendaki jalur Fujinomiya. Ia mengalami cedera pada bagian pinggul dan punggung.
Sementara itu, pada tahun sebelumnya, seorang mahasiswa berusia 27 tahun yang mendaki di luar musim pendakian resmi harus diselamatkan dua kali dalam waktu empat hari. Ia sempat kembali ke gunung untuk mencari telepon selulernya yang hilang.
Gunung Fuji merupakan gunung berapi aktif yang terletak di sebelah barat daya Tokyo. Gunung tersebut ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2013.
Fuji juga dikenal sebagai salah satu dari tiga gunung suci dalam tradisi Jepang, bersama Gunung Tate dan Gunung Haku.
Setiap tahun, sekitar 200.000 orang mendaki Gunung Fuji. Untuk mengatasi kepadatan dan menjaga keselamatan pendaki, otoritas setempat menerapkan sejumlah pembatasan, termasuk pembatasan jumlah pendaki harian pada beberapa jalur.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa pendakian gunung, terlebih bersama anak-anak, membutuhkan persiapan matang serta perhatian terhadap kondisi fisik, cuaca, dan keselamatan setiap anggota rombongan.
(miq/miq)