Temuan BPOM: 4 Kopi Lokal Ini Bisa Picu Serangan Jantung
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan temuan mengenai sejumlah merek kopi lokal yang mengandung bahan kimia berbahaya. Produk-produk tersebut biasanya dipromosikan sebagai kopi untuk meningkatkan stamina pria, namun justru ditemukan dalam pengawasan peredaran obat bahan alam (OBA).
Kandungan kimia di dalam kopi tersebut sangat berisiko bagi kesehatan karena dapat memicu berbagai penyakit serius. Beberapa dampak bahayanya meliputi kerusakan ginjal, gangguan jantung, kerusakan hati, hingga risiko kematian bagi orang yang mengonsumsinya.
"Produk yang dipromosikan sebagai pangan, bahkan diklaim untuk meningkatkan kejantanan, ternyata setelah diperiksa mengandung sildenafil sitrat," ujar Kepala BPOM, Taruna Ikrar dikutip dari laman resmi BPOM, beberapa waktu lalu.
Sildenafil sitrat merupakan zat aktif dalam kategori obat keras yang berfungsi menangani disfungsi ereksi serta hipertensi pulmonal. Namun, bahan ini sering disalahgunakan sebagai campuran dalam produk jamu atau suplemen penambah stamina.
Penambahan zat tersebut ke dalam produk kesehatan sangat berbahaya karena dapat memicu berbagai efek samping, seperti gangguan penglihatan, pendengaran, hingga nyeri dada. Selain itu, konsumsinya juga berisiko menyebabkan kondisi fatal seperti stroke, serangan jantung, dan kematian.
Berikut adalah sejumlah merek kopi yang mengandung zat berbahaya:
- Kopi Macho - Mengandung sildenafil sitrat (izin edar fiktif TR110828024)
- Kopi Jantan Gali-Gali - Mengandung sildenafil sitrat (izin edar fiktif MD090910002236)
- Kopi Arjuna - Mengandung sildenafil sitrat
- Kopi Stamina Dewa Jantan - Mengandung sildenafil sitrat (izin edar fiktif TR MD 182009124)
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa peredaran produk ilegal dan berbahaya masih terus berlangsung dengan modus yang semakin variatif. Ia juga menyebut modus yang digunakan pelaku antara lain adalah pemasaran melalui platform daring, media sosial, hingga jalur distribusi sembunyi-sembunyi yang sulit dilacak.
Produk semacam ini seringkali diklaim sebagai suplemen peningkat stamina, khususnya bagi pria. Namun, kandungannya menyimpan bahaya tersembunyi yang tidak diinformasikan kepada konsumen.
(hsy/hsy)