Prabowo Sangat Sedih Indonesia Gagal ke Piala Dunia, Ungkit Cape Verde

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 06/08/2026 17:17 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam pertemuan dengan para periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung kegagalan Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam pertemuan dengan para periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8/2026).



Mulanya, Prabowo mengatakan, pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan menguasai sains dan teknologi atau tidak. Sehingga, bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi akan maju dengan pesat.

"Kuncinya adalah sains dan teknologi. Ini adalah fakta dan kenyataan. Dari penguasaan sains dan teknologi, tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling, paling, paling kritikal, paling kritis," ujar Prabowo.

"Dan marilah kita, saya terutama mengajak, tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu, memimpin dengan fakta, facts, realita, dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak. Kadang-kadang melihat realita itu, tidak enak. Terus terang saja," lanjutnya.


Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu lantas mencontohkan kegagalan Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Prabowo lantas menyinggung jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 300 juta, terbanyak keempat di dunia.

"Tapi saya sangat sedih terus terang saja, masalah sepak bola saja, kita tidak mampu masuk Piala Dunia. Ini fakta yang tidak enak ya, masak negara kecil seperti Cape Verde ya, Cape Verde masuk, saya nggak tahu itu," kata Prabowo.

"Mungkin jumlah penduduknya dengan kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang mungkin ya. Cape Verde, banyak negara kecil yang masuk ke situ," lanjut Menteri Pertahanan periode 2019-2024 tersebut.

Lebih lanjut, Prabowo mengajak semua pihak melakukan introspeksi. Sebab, tidak ada gunanya mengeluh. Prabowo lantas menyinggung Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Erick Thohir.

"Kalau sepak bola nggak ada yang tersinggung di antara kalian kan? Bener nggak? Mungkin yang tersinggung Menpora, mungkin gitu. Tapi beliau juga baru Menporanya atau nggak, beliau juga (ketua umum) PSSI sudah lumayan," ujar Prabowo.

"Tapi beliau sudah berjuang luar biasa kita hampir masuk kemarin ya. Hampir masuk. Mungkin strateginya harus lebih pintar kita," lanjutnya.

Prabowo mengatakan, fakta kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia harus dijadikan pelajaran. Jangan mengeluh dan jangan mencari kambing hitam karena tidak akan membantu.

"Sekarang belajar. Bagaimana? Kenapa kok bisa negara itu masuk umpamanya. Kenapa? Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana?," kata Prabowo.

"500 ribu penduduk ya bener. Sumedang lebih banyak. Bogor apalagi, Sumedang lebih banyak dari Cape Verde. Jadi kita cari penyebabnya apa, baru kita harus berani berbuat," lanjutnya.


(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Piala Dunia 2026 Menuju Perempat Final, Argentina dan Swiss Lolos