Kepala BGN Temui Menkes, Minta Bantuan Ahli Gizi Benahi MBG

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 06/08/2026 12:45 WIB
Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membahas program MBG saat ditemui dikantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama sejumlah ahli gizi untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek mulai dari menu makanan, sanitasi, keamanan pangan, hingga pelibatan pemerintah daerah dan para pakar.

Sudaryono mengatakan, BGN kini membuka ruang lebih luas untuk menerima masukan dari berbagai pihak. Hal ini, kata ia, demi meningkatkan kualitas program MBG yang saat ini terus diperluas ke berbagai daerah.

"Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kami ingin mendapatkan lebih banyak masukan dan melibatkan banyak pihak dalam kolaborasi. Banyak pihak yang peduli terhadap program MBG ini," kata Sudaryono dalam konferensi pers usai pertemuan di Kemenkes, Jakarta, Rabu.


Ia menjelaskan, diskusi bersama Kementerian Kesehatan dan para ahli menghasilkan banyak rekomendasi penting terkait pengelolaan program. Masukan tersebut mencakup pengaturan porsi makanan, pelayanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), standar keamanan pangan agar tidak terjadi kasus keracunan, hingga keterlibatan tenaga ahli gizi dalam pelaksanaan program.

Sudaryono berharap forum seperti ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Ke depan, kata ia, BGN berencana membentuk kelompok diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar evaluasi program dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami tentu terbuka menerima masukan dari para akademisi, chef, ahli gizi, pelaku industri katering, hingga berbagai kalangan lain untuk menyempurnakan program MBG," katanya.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut Kementerian Kesehatan siap mendukung BGN melalui penyediaan data kesehatan yang dimiliki pemerintah. Salah satu data yang akan dimanfaatkan ialah daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Menurut Budi, data tersebut dapat dipadukan dengan data dapur MBG sehingga pembangunan maupun aktivasi dapur dapat diprioritaskan di wilayah yang paling membutuhkan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Sudaryono mengatakan pihaknya telah memetakan lokasi dapur MBG dengan wilayah yang memiliki angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

"Selama minggu ini kami akan fokus mengaktifkan dapur di daerah dengan angka stunting tinggi. Kalau belum ada dapur, kami akan menghitung kemungkinan membangunnya di wilayah tersebut," ujarnya.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Luis Figo Desak Infantino Mundur Usai Kontroversi Saham Piala Dunia