Ini Tanda-tanda Kuning Kena Gangguan Ginjal

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
01 August 2026 13:00
Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyakit kronis yang paling umum menyerang kucing usia lanjut adalah gangguan ginjal. Bahkan, secara prevalensi, gangguan ginjal pada kucing usia lanjut mengalahkan diabetes dan penyakit jantung.

Penyakit ini meliputi penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) dan batu ginjal (nefrolitiasis) yang dapat menjadi masalah serius jika tidak ditangani segera.

"Gangguan ginjal pada kucing dapat disebabkan oleh toksin (seperti lili, antifreeze, dan obat-obatan manusia), infeksi, trauma, serta penyakit lain seperti hipertiroidisme dan hipertensi," kata Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, dikutip dari laman IPB, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, gejala gangguan ginjal pada kucing berkembang secara perlahan dan muncul ketika fungsi ginjal menurun secara signifikan. Tanda umumnya melingkupi, sering minum, perubahan pola buang air, masalah pencernaan, gusi kering, kulit kurang elastis, mata cekung, penurunan berat badan, muntah, hingga napas berbau amonia.

Ronny menyarankan pemilik kucing memeriksa tanda awal gangguan ginjal yang tidak tampak. Ia juga menekankan pentingnya melakukan tes darah dan urine secara rutin, utamanya pada kucing di atas tujuh tahun guna menjaga kesehatan dan penanganan yang tepat waktu.

"Untuk memahami gangguan ginjal yang berkembang perlahan dan sering tidak menunjukkan gejala, pemilik kucing disarankan untuk memantau perubahan pola minum dan buang air kecil. Jika ada peningkatan signifikan, segera konsultasi dengan dokter hewan untuk penanganan yang tepat," ujar Ronny.

Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Cat Sitter merawat kucing peliharaan yang dititipkan di Arnamir Cat Hotel Cikajang, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Lebih lanjut, ia memberikan langkah-langkah sebagai upaya mencegah gangguan ginjal pada kucing kesayangan. Pertama, pastikan kucing tetap terhidrasi dengan menyediakan air segar atau air mengalir seperti water fountain, serta berikan makanan basah untuk meningkatkan asupan air. Langkah ini penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka.

Kedua, lakukan pemeriksaan darah dan urine secara rutin setiap 3-6 bulan untuk menjaga kesehatan ginjal kucing. Selain itu, ultrasonografi (USG) ginjal juga disarankan untuk memantau adanya penyakit atau batu, sehingga tindakan yang tepat dapat segera dilakukan.

"Hal lain yang penting adalah bahwa pemilik kucing harus berhati-hati. Hindari memberikan obat untuk manusia, seperti parasetamol atau ibuprofen, karena dapat beracun bagi kucing. Segera periksakan ke dokter jika muncul gejala, karena gejala awal sering kali ringan dan mudah terabaikan. Jangan hanya mengandalkan perubahan diet tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan," kata Prof Ronny.

Sebagai penanganan awal, Ronny menegaskan agar pemilik kucing untuk bertindak cepat saat gejala pertama muncul, karena gangguan ginjal pada kucing sering kali tidak menunjukkan gejala hingga kondisinya memburuk. Diagnosis yang cepat, penyesuaian diet, terapi cairan, dan pemeriksaan rutin dapat membantu kucing hidup lebih lama dan tetap nyaman.

"Jika kucing didiagnosis CKD, berikan makanan renal rendah fosfor dan protein berkualitas. Untuk batu ginjal, dokter mungkin menyarankan diet pelarut struvite. Kucing juga bisa mendapatkan saran tentang cairan subkutan, obat antihipertensi, suplemen anemia, atau antibiotik untuk mengobati infeksi. Semua itu dilakukan demi menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan perhatian dan perawatan terbaik," jelas Prof Ronny.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kucing Bisa Kena Penyakit Ginjal, Kendali Gejalanya!


Most Popular
Features